SUMBAR - Akses utama penghubung Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau putus total akibat longsor yang melanda Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, Kabupaten Limapuluh Kota, Kamis (8/1/2026).
Seluruh badan jalan nasional tertutup material longsoran berupa tanah dan pepohonan, menyebabkan arus lalu lintas dari dua arah lumpuh total.
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 10.15 WIB dan langsung berdampak pada mobilitas masyarakat serta distribusi logistik antarprovinsi yang selama ini mengandalkan jalur tersebut sebagai akses utama.
Plt Kalaksa BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol membenarkan kejadian tersebut dan menyebutkan, kondisi di lapangan tidak memungkinkan kendaraan untuk melintas.
“Iya benar, telah terjadi longsor di Jalan Sumbar-Riau tepatnya di Kenagarian Koto Alam, Kecamatan Pangkalan, Kamis sekitar pukul 10.15 WIB,” ujarnya.
Ia menjelaskan, longsoran membawa material cukup besar, termasuk pepohonan dan pohon aren, yang menutup total badan jalan.
“Material longsor menutup jalan dan tidak bisa dilewati sama sekali,” tegasnya.
Menindaklanjuti kejadian itu, BPBD Kabupaten Limapuluh Kota bersama jajaran Satlantas Polres Lima Puluh Kota langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan awal, pengamanan area terdampak, serta pengaturan arus lalu lintas guna mencegah risiko lanjutan.
BPBD juga telah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) sebagai pihak berwenang untuk mempercepat proses pembersihan material longsor dan pemulihan akses jalan nasional tersebut.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Jalan Nasional. Saat ini BPBD sudah turun ke lokasi, lalu lintas juga sudah turun untuk pengamanan,” tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi material longsor masih berlangsung.
Masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk menggunakan jalur alternatif sementara serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama.