PEKANBARU - Janji Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru untuk menata ulang titik-titik reklame di wilayah kota kini dinanti berbagai kalangan. Pasalnya, hingga saat ini masih banyak tiang reklame berdiri di hampir seluruh ruas jalan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah sepanjang Jalan Nangka atau Tuanku Tambusai. Di jalur tersebut, belasan reklame dengan berbagai ukuran masih berdiri sehingga kawasan itu disebut-sebut menyerupai “hutan reklame”.
Belum diketahui secara pasti apakah seluruh papan reklame tersebut telah mengantongi izin atau belum. Namun keberadaannya dinilai mengganggu estetika kota, terlebih beberapa di antaranya terpasang di titik yang dianggap kurang tepat.
Pimpinan DPRD Pekanbaru, T Azwendi Fajri, menegaskan pihaknya mendukung langkah penataan ulang reklame. Menurut dia, penertiban tidak hanya dilakukan di Jalan Nangka, tetapi juga di jalur lain yang telah dipetakan oleh Pemko Pekanbaru.
“Penataan reklame ini sudah menjadi atensi Presiden Prabowo. Kita di Kota Pekanbaru sudah mulai penataan di sepanjang Jalan Sudirman,” ujar Azwendi.
Ia menilai, penataan diperlukan agar tata ruang kota lebih tertib dan nyaman dipandang. Meski saat ini penertiban masih difokuskan di jalan-jalan utama, langkah tersebut dinilai sebagai awal yang positif.
“Memang saat ini masih difokuskan di jalan-jalan utama dan belum sepenuhnya merata. Namun prosesnya terus berjalan dan patut kita apresiasi,” katanya.
Selain papan reklame, Azwendi juga menyoroti penataan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang selama ini kerap dipadati iklan.
Sementara itu, Walikota dan Wakil Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho dan Markarius Anwar, disebut telah merespons arahan pemerintah pusat dengan mulai melakukan penertiban di sejumlah jalan protokol.
Saat ini, reklame tidak hanya marak di Jalan Nangka, tetapi juga di Jalan Soekarno Hatta, Jalan Riau, dan sejumlah ruas lainnya.
Penataan ulang dinilai mendesak dilakukan agar wajah Kota Pekanbaru lebih tertib dan tidak terkesan semrawut akibat menjamurnya papan reklame.