PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat adanya 10 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera pada Sabtu (3/1/2026).
Meski demikian, Provinsi Riau dipastikan nihil hotspot, menandakan kondisi relatif aman dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menjelaskan, sebaran hotspot tersebut terkonsentrasi di dua provinsi, yakni Sumatera Selatan sebanyak dua titik dan Jambi delapan titik.
“Berdasarkan pemantauan satelit hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera terdeteksi sebanyak 10 titik. Untuk Provinsi Riau tidak terpantau adanya hotspot,” ujarnya.
Yasir menambahkan, nihilnya titik panas di Riau tidak terlepas dari faktor cuaca yang relatif mendukung, termasuk tingkat kelembapan udara yang masih terjaga serta minimnya aktivitas pembakaran lahan.
Meski demikian, BMKG tetap mengimbau seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat agar tidak lengah.
Perubahan cuaca yang dinamis berpotensi meningkatkan risiko karhutla apabila tidak diantisipasi sejak dini.
“Kondisi aman ini perlu dipertahankan. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar dan terus memantau informasi cuaca resmi dari BMKG,” pungkasnya.
BMKG memastikan pemantauan hotspot akan terus dilakukan secara berkala melalui sistem satelit untuk memberikan peringatan dini guna menekan risiko kebakaran hutan dan dampak kabut asap, khususnya di wilayah rawan.