PEKANBARU - Pemantauan terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera masih terdeteksi pada sejumlah wilayah.
Namun, kondisi berbeda terjadi di Provinsi Riau yang tercatat bebas hotspot pada hari ini, Rabu (7/1/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, secara keseluruhan terdapat 52 titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera berdasarkan data satelit pemantau kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total hotspot di Sumatera hari ini terdeteksi sebanyak 52 titik. Untuk Provinsi Riau, nihil atau tidak ditemukan titik panas,” ujarnya.
Berdasarkan rincian BMKG, sebaran hotspot tersebut tersebar di beberapa provinsi, dengan jumlah terbanyak berada di Sumatera Barat sebanyak 21 titik, disusul Bengkulu 13 titik, Jambi 7 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Sumatera Utara 4 titik, serta Aceh 3 titik.
Kondisi nihil hotspot di Riau dinilai sebagai sinyal positif terhadap upaya pencegahan dini kebakaran hutan dan lahan, terutama memasuki periode cuaca yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah Sumatera.
BMKG tetap mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
“Pemantauan hotspot dilakukan secara rutin. Jika ditemukan peningkatan signifikan, kami akan segera menyampaikan peringatan dini kepada pihak terkait,” pungkasnya.
BMKG menegaskan bahwa informasi hotspot menjadi salah satu indikator awal potensi karhutla, sehingga respons cepat dari seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan guna mencegah meluasnya kebakaran.