PEKANBARU - Aktivitas titik panas kembali terdeteksi di sejumlah wilayah Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 35 hotspot muncul pada Sabtu (17/1/2026), menandakan potensi awal kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai bersama.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy mengungkapkan, sebaran hotspot paling banyak terpantau di wilayah Aceh, disusul beberapa provinsi lain di Pulau Sumatera.
“Berdasarkan pemantauan satelit hari ini, total titik panas di wilayah Sumatera mencapai 35 titik. Sebarannya masih didominasi Aceh,” ujarnya.
Secara rinci, BMKG mencatat Aceh menyumbang 19 titik panas, disusul Sumatera Selatan sebanyak 8 titik, Sumatera Utara 4 titik, Jambi 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau.
Untuk wilayah Riau, hotspot terpantau berada di Kabupaten Pelalawan, daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu wilayah rawan karhutla pada periode cuaca kering.
“Meski sebagian wilayah Sumatera masih dipengaruhi hujan, kemunculan hotspot ini menjadi sinyal agar pemerintah daerah dan masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan,” pungkasnya.
BMKG mengingatkan, hotspot tidak selalu berarti terjadi kebakaran besar, namun menjadi indikator awal adanya peningkatan suhu permukaan yang berpotensi berkembang menjadi karhutla apabila tidak ditangani cepat.