PEKANBARU - Meski masih berada dalam periode musim hujan, aktivitas titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali terdeteksi cukup signifikan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat sebanyak 75 hotspot muncul di sejumlah provinsi pada Selasa (20/1/2026), kondisi yang menjadi sinyal kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran lahan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Mari Frystine, menjelaskan bahwa sebaran hotspot tersebar tidak merata, dengan konsentrasi tertinggi berada di Aceh sebanyak 30 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung 22 titik, Jambi 8 titik dan Kepulauan Riau 7 titik.
Kemudian, di provinsi lain seperti Sumatera Utara tiga titik, Sumatera Selatan tiga titik, Sumatera Barat satu titik, dan Riau 1 titik yang terpantau berada di Kabupaten Pelalawan.
“Walaupun masih musim hujan, potensi hujan di wilayah Riau justru menurun untuk hari ini hingga tiga hari ke depan,” ujarnya.
BMKG menilai penurunan intensitas hujan dalam beberapa hari ke depan berpotensi memicu pengeringan lapisan atas tanah, terutama di wilayah dengan lahan gambut dan area terbuka.
Kondisi ini meningkatkan risiko munculnya hotspot baru apabila tidak diantisipasi sejak dini.
Sebagai langkah pencegahan, BMKG mengimbau masyarakat agar tetap menjaga kelembapan lahan di sekitar permukiman maupun area pertanian.
“Kami mengimbau masyarakat untuk menjaga lingkungan lahannya dengan cara membasahi atau menyiraminya agar tetap lembap dan tidak berdebu,” pungkasnya.