www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Pekanbaru Jadi Pelopor Pertama Sistem Karier ASN Berbasis Talenta di Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Candi Muara Takus Dilirik Jepang, Pariwisata Sejarah di Riau Siap Naik Kelas
Selasa, 20 Januari 2026 - 11:33:25 WIB
Candi Muara Takus.(foto: int)
Candi Muara Takus.(foto: int)

PEKANBARU - Kunjungan Konsul Jenderal Jepang di Medan, Furugori Turu, ke Provinsi Riau membuka peluang strategis bagi penguatan pariwisata berbasis sejarah dan budaya sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru daerah.

Pemerintah Jepang menilai Riau memiliki modal kuat untuk menjadi destinasi wisata edukatif berkelas internasional, khususnya melalui situs bersejarah Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar.

Dalam pertemuan resmi bersama jajaran Pemprov Riau, Senin (19/1/2026), Furugori menegaskan, kekayaan alam dan keragaman budaya Melayu Riau merupakan aset penting yang belum sepenuhnya dimaksimalkan di pasar wisata global.

“Sebelum datang ke Riau, saya mencari informasi melalui internet. Saya menemukan Candi Muara Takus dan Istana Siak, peninggalan sejarah yang memiliki keunikan dan nilai otentik yang jarang dijumpai di daerah lain,” ujar Furugori Turu.

Candi Muara Takus Dinilai Potensial untuk Wisatawan Jepang

Furugori secara khusus menyoroti Candi Muara Takus sebagai destinasi yang memiliki daya tarik kuat bagi wisatawan Jepang, terutama dari sisi edukasi sejarah dan spiritual.

Situs ini dinilai relevan dengan minat wisatawan Jepang yang cenderung menyukai perjalanan berbasis budaya dan sejarah peradaban.

Ia berharap akses transportasi dan infrastruktur menuju kawasan candi dapat terus ditingkatkan agar lebih ramah bagi wisatawan mancanegara.

“Candi Muara Takus bukan sekadar objek wisata, tetapi bukti sejarah besar peradaban Buddha di Tanah Melayu. Ini sangat potensial untuk dikunjungi wisatawan asing, termasuk dari Jepang,” katanya.

Jejak Sriwijaya dan Pengakuan Internasional

Kompleks Candi Muara Takus merupakan salah satu peninggalan Buddha tertua di Indonesia, yang diperkirakan dibangun pada abad ke-4 hingga abad ke-11 Masehi, sejaman dengan kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Situs ini berdiri di Desa Muara Takus, Kecamatan XIII Koto Kampar, dan telah diusulkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2009.

Secara arsitektural, kawasan ini dikelilingi tembok batu putih berukuran sekitar 74 x 74 meter dengan tinggi mencapai 80 sentimeter.

Di bagian luar, terdapat benteng tanah raksasa seluas 1,5 x 1,5 kilometer yang membentang hingga ke tepi Sungai Kampar Kanan.

Kompleks candi ini terdiri dari beberapa bangunan utama, yakni Candi Tua (Sulung), Candi Bungsu, Mahligai Stupa, dan Candi Palangka, masing-masing memiliki bentuk dan karakter arsitektur yang berbeda.

Mahligai Stupa dikenal unik dengan 28 sisi, tersusun atas bagian kaki, badan, dan atap. Candi Bungsu yang dibangun dari bata merah berbentuk persegi di bagian atas, sementara Candi Tua berbentuk melingkar.

Adapun Candi Palangka menghadap ke arah utara dan diyakini berfungsi sebagai altar ritual keagamaan.

Simbol Kebinekaan dan Diplomasi Budaya

Lebih dari sekadar situs arkeologi, Candi Muara Takus menjadi simbol kebinekaan dan peradaban multikultural yang pernah tumbuh di Nusantara.

Pemprov Riau diharapkan mampu memanfaatkan perhatian internasional ini sebagai momentum memperkuat diplomasi budaya dan meningkatkan kunjungan wisatawan asing.

Dengan dukungan promosi global dan pembenahan infrastruktur, Candi Muara Takus berpeluang menjadi ikon pariwisata sejarah Riau yang berdaya saing di tingkat internasional.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Pekanbaru menjadi pelopor pertama sistem karier ASN berbasis talenta di Riau (foto/Andy)Pekanbaru Jadi Pelopor Pertama Sistem Karier ASN Berbasis Talenta di Riau
EMP Bentu Limited bersama Pemerintah Kecamatan Langgam dan Korek menanam 1.000 pohon di Balai Adat Kampung (foto/ist)Gerakan Penghijauan Langgam, EMP Bentu Tanam Seribu Pohon
Ilustrasi harga kelapa sawit mitra swadaya terus naik pekan ini (foto/ist)Harga Sawit Mitra Swadaya Riau Pekan Ini Tembus Rp3.544 per Kg
 Anggota Komisi II DPRD Riau, Ginda Burnama.(foto: fitri/halloriau.com)Awasi Limbah Medis, Komisi II DPRD Riau Panggil 20 Rumah Sakit, Diskes dan DLH
Kegiatan photography workshop PT IKPP di Tualang, Siak.(foto: istimewa)Workshop Fotografi PT IKPP, Strategi Baru Ciptakan UMKM Kreatif Generasi Muda di Tulang
  Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya bersama sejumlah anggota melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi XII DPR RI di Wilayah Kerja (WK) Rokan, Riau, Jumat (23/1/2026).Komisi XII DPR RI Apresiasi Inovasi Teknologi PHR dalam Menjaga Ketahanan Energi Nasional
CCTV di Pekanbaru terkoneksi aplikasi Sip Aman.(foto: int)Pemko Pekanbaru Targetkan Seluruh CCTV Luar Gedung Terkoneksi Aplikasi Sip Aman
Kepala Dinas Perikanan Rokan Hilir, Muhammad Amin (foto/afrizal)Khawatir Pengaruhi Kepercayaan Pusat, Dinas Perikanan Rohil Minta Penggabungan Satker Dikaji Ulang
Motor pelalu jambret dibakar massa di Jalan Tengku Bey Pekanbaru.(foto: int)DPRD Pekanbaru Minta Aparat Usut dan Berantas Aksi Jambret
Gepeng di Pekanbaru makin menjamur dan berisiko ganggu keamanan masyarakat.(foto: dok/halloriau.com)Gepeng Makin Agresif di Pekanbaru, DPRD Sorot Risiko Keamanan Masyarakat
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved