PEKANBARU - Pemko Pekanbaru terus mematangkan langkah penanganan sampah berkelanjutan melalui optimalisasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Muara Fajar serta rencana pembangunan TPA regional di Provinsi Riau.
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho mengatakan, berdasarkan hasil kunjungan terbaru, progres penutupan TPA Muara Fajar saat ini telah mencapai sekitar 40 persen.
Proses penutupan tersebut nantinya akan dilanjutkan dengan pemasangan membran untuk mengelola gas metan yang dihasilkan dari timbunan sampah.
"Setelah ditutup dengan membran, gas metan yang terbentuk akan diolah menjadi energi listrik dan selanjutnya dijual ke PLN," ujar Agung, Selasa (6/1/2025).
Menurutnya, pemanfaatan gas metan sebagai sumber energi merupakan solusi jangka pendek hingga menengah yang ditargetkan dapat berjalan dalam kurun waktu satu hingga 5 tahun ke depan.
Langkah ini dinilai efektif untuk mengurangi dampak lingkungan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi dari pengelolaan sampah.
Selain itu, Pemko Pekanbaru juga tengah mempersiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan TPA regional. Proyek tersebut melibatkan kerja sama lintas daerah antara Kota Pekanbaru dengan Kabupaten Kampar, Pelalawan, Siak, dan Bengkalis.
Agung menjelaskan, rencana pembangunan TPA regional tersebut telah dikomunikasikan melalui Danantara kepada Meko Bidang Pangan dan difasilitasi Gubernur Riau.
TPA regional direncanakan berdiri di atas lahan milik Pemerintah Provinsi Riau seluas kurang lebih 39 hektare.
"Total investasi yang masuk diperkirakan mencapai Rp2,5 triliun. Ke depan, seluruh sampah dari daerah-daerah tersebut akan dibuang ke TPA regional ini," jelasnya.
Dengan beroperasinya TPA regional, TPA Muara Fajar nantinya akan direvitalisasi. Lahan TPA tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan kembali setelah seluruh sampah yang ada selesai ditangani melalui sistem pengolahan di TPA regional.
"Kita berharap persoalan sampah di Pekanbaru bisa tertangani secara menyeluruh, berkelanjutan, dan ramah lingkungan," pungkas Agung.