PEKANBARU - Indikasi peningkatan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terpantau di Pulau Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 80 titik panas (hotspot) tersebar di tujuh provinsi hingga Kamis (22/1/2026).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun, menjelaskan bahwa sebaran hotspot tertinggi berada di Provinsi Aceh dengan 32 titik, disusul Sumatera Utara sebanyak 21 titik.
Sementara itu, sejumlah provinsi lain juga terdeteksi memiliki hotspot meski dengan intensitas lebih rendah.
“Berdasarkan pemantauan satelit hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 80 titik. Aceh dan Sumatera Utara menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak,” ujarnya.
Rincian sebaran hotspot di Sumatera meliputi Aceh 32 titik, Sumatera Utara 21 titik, Kepulauan Bangka Belitung 12 titik, Jambi 7 titik, Sumatera Barat 5 titik, Kepulauan Riau 1 titik dan Riau 2 titik.
"Khusus di Provinsi Riau, dua hotspot terpantau berada di Kabupaten Siak dan Kabupaten Pelalawan, masing-masing satu titik," pungkasnya.
Meski jumlahnya relatif kecil, BMKG menilai kondisi ini tetap perlu menjadi perhatian karena karakteristik lahan gambut yang rentan terbakar.
BMKG menegaskan, data hotspot merupakan indikator awal yang perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan lapangan oleh pihak terkait guna memastikan ada atau tidaknya kejadian kebakaran.