PELALAWAN - Pertamina EP (PEP) Lirik mengidentifikasi potensi hidrokarbon baru pada lapisan Kelesa setelah melakukan evaluasi mendalam terhadap data lama Sumur ML-40 di Struktur Molek, Desa Japura, Kecamatan Lirik, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
Temuan ini menjadi bukti bahwa lapangan eksisting masih menyimpan peluang pengembangan, sekaligus mempertegas peran optimalisasi aset lama dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Lapisan Kelesa, yang sebelumnya belum menjadi target utama pengembangan, kini dinilai sebagai reservoir prospektif.
Keberhasilan pembuktian hidrokarbon pada interval ini membuka peluang pemboran lanjutan, termasuk pengeboran sumur-sumur baru di wilayah kerja PEP Lirik.
Keberhasilan ini berangkat dari keputusan strategis perusahaan untuk 'menghidupkan kembali' Sumur ML-40, sumur yang pertama kali dibor pada 2010.
Sumur tersebut sempat berproduksi hingga 28 barel minyak per hari (BOPD) sebelum akhirnya mengalami penurunan produksi akibat tingginya kandungan air pada 2016.
Alih-alih menutup potensi, PEP Lirik memilih menelusuri ulang data historis dan melakukan serangkaian kajian teknis.
Pengembangan Sumur ML-40 mulai dikerjakan sejak 20 Desember 2025 dengan penambahan kedalaman sumur menggunakan rig serta pekerjaan perforasi pada interval yang dinilai masih menyimpan hidrokarbon.
Langkah ini ditargetkan mampu memberikan tambahan produksi hingga 40 BOPD, sekaligus memperkuat rata-rata produksi PEP Lirik yang saat ini berada di kisaran 1.400 BOPD.
Dari optimalisasi inilah, lapisan Kelesa terkonfirmasi memiliki potensi signifikan untuk pengembangan berikutnya.
Field Manager PEP Lirik, Luqman Arif menegaskan, pengembangan Sumur ML-40 merupakan bagian dari strategi menjaga stabilitas produksi lapangan di tengah tantangan alamiah penurunan produksi.
“Pengembangan ML-40 menunjukkan bahwa potensi lapangan eksisting masih bisa dioptimalkan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya PEP Lirik untuk menjaga produksi dan menopang ketahanan energi nasional,” ujar Luqman, Kamis (22/1/2026).
Seluruh proses pengembangan dilakukan dengan mengacu pada standar operasional yang ketat guna memastikan keselamatan kerja dan keandalan operasi.
Setiap tahapan dirancang secara terencana agar aktivitas pengembangan berjalan lancar tanpa mengganggu operasional lapangan lainnya.
Sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), PEP Lirik menegaskan komitmennya dalam menjaga pasokan energi dari wilayah kerja yang dikelola.
Optimalisasi lapangan migas tua seperti ML-40 dinilai menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat.