PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera kembali mengalami peningkatan signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 219 hotspot terpantau pada Sabtu (24/1/2026), dengan sebaran hampir merata di delapan provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati menjelaskan, lonjakan hotspot ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, khususnya dalam konteks pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total hotspot di Sumatera hari ini terpantau sebanyak 219 titik. Jumlah ini meningkat dibandingkan hari sebelumnya dan tersebar di beberapa provinsi,” ujarnya.
Berdasarkan data BMKG, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 121 titik. Disusul Sumatera Utara dengan 22 titik, Jambi 21 titik, dan Sumatera Barat 20 titik.
Sementara itu, wilayah lainnya tercatat di Sumatera Selatan 8 titik, Kepulauan Bangka Belitung 13 titik, Kepulauan Riau 5 titik dan Riau 9 titik.
Kondisi ini menunjukkan potensi peningkatan risiko kebakaran lahan, terutama di wilayah dengan dominasi lahan gambut dan aktivitas pembukaan lahan.
Untuk wilayah Provinsi Riau, BMKG mencatat 9 hotspot yang tersebar di enam kabupaten/kota. yakni Kabupaten Siak 3 titik, Kabupaten Inhil 2 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik, Kota Dumai 1 titik dan Kabupaten Pelalawan 1 titik.
Meski jumlah hotspot di Riau masih relatif lebih rendah dibandingkan Aceh dan Sumatera Utara, BMKG menegaskan pentingnya langkah antisipatif sejak dini.
“Wilayah dengan jumlah hotspot rendah tetap harus waspada, terutama jika kondisi cuaca kering dan angin mendukung penyebaran api,” pungkasnya.