PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau terpantau mengalami penurunan pada Jumat (6/2/2026), dimana saat ini terdeteksi 100 hotspot yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota.
Dari total tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 41 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 37 titik.
Sementara itu, Kota Dumai tercatat 10 titik, Kabupaten Siak dan Indragiri Hilir masing-masing 4 titik, serta Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, dan Kepulauan Meranti masing-masing 1 titik.
Tak hanya jumlah, tingkat kepercayaan confidence level hotspot juga menjadi sorotan. Sebanyak 11 hotspot berada pada level confidence tinggi 80–100 persen, yang menandakan indikasi kuat aktivitas kebakaran di lapangan.
Titik-titik dengan tingkat kepercayaan tinggi tersebut terkonsentrasi di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis sebanyak 10 titik, serta Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai satu titik.
Sementara itu, 88 hotspot lainnya berada pada level confidence sedang 30–79 persen, dan hanya satu titik terdeteksi pada level confidence rendah 0–29 persen.
Kondisi ini mengindikasikan adanya potensi panas permukaan yang belum tentu berasal dari kebakaran, namun tetap perlu pemantauan berkelanjutan.
Penurunan jumlah hotspot ini dinilai sebagai sinyal positif, meski kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di wilayah dengan riwayat karhutla tinggi seperti Pelalawan dan Bengkalis.
Pengawasan lapangan dan respons cepat menjadi kunci untuk mencegah meluasnya kebakaran di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.