PEKANBARU - Intensitas potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau kembali meningkat tajam hari ini, Kamis (5/2/2026).
Pemantauan satelit BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat 160 titik panas (hotspot) terdeteksi dalam satu hari, dengan konsentrasi tertinggi berada di Kabupaten Pelalawan dan Bengkalis.
Sebaran hotspot menunjukkan Pelalawan menjadi wilayah paling dominan dengan 105 titik, disusul Bengkalis sebanyak 47 titik.
Sementara daerah lain terdeteksi dalam jumlah lebih kecil, yakni Rokan Hilir 2 titik, Rokan Hulu 1 titik, Siak 1 titik, Indragiri Hilir 2 titik, serta Kota Dumai 2 titik.
BMKG mengungkapkan, dari total hotspot tersebut terdapat 15 titik dengan level confidence tinggi 80-100 persen yang berpotensi kuat sebagai indikasi kebakaran aktif.
Titik-titik tersebut tersebar di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis sebanyak 9 titik, serta Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan sebanyak 6 titik.
Selain itu, BMKG juga mencatat 3 titik hotspot dengan level confidence rendah 0–29 persen, sementara 142 titik lainnya berada pada level sedang 30–79 persen.
Meski tidak seluruhnya mengindikasikan api aktif, kondisi ini tetap dinilai berisiko, terutama jika dipicu cuaca panas dan minim curah hujan.