PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total hotspot di Sumatera pada Jumat (30/1/2026) tinggal 87 titik, jauh lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menyebut, penurunan ini menjadi sinyal positif dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera.
“Total titik panas di Sumatera hari ini terpantau 87 titik, mengalami penurunan dibanding kemarin,” ujarnya.
Sebaran hotspot paling banyak terdeteksi di Aceh dengan 46 titik, disusul Kepulauan Bangka Belitung 15 titik dan Kepulauan Riau 7 titik.
Sementara provinsi lain tercatat relatif rendah, yakni Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Utara 3 titik, Sumatera Selatan 2 titik, dan Jambi 1 titik.
Untuk Provinsi Riau, BMKG mencatat 9 titik panas yang tersebar di tiga daerah. Rinciannya, Rokan Hilir 2 titik, Indragiri Hulu 2 titik, dan Kota Dumai 5 titik.
Penurunan jumlah hotspot ini menjadi indikator penting bagi pemangku kepentingan dalam menentukan langkah mitigasi karhutla, terutama di daerah rawan.
Meski menurun, pemantauan satelit tetap dilakukan secara berkala untuk mendeteksi potensi kemunculan titik panas baru.