PEKANBARU - Karhutla kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Riau. Hingga saat ini, tiga titik karhutla masih dalam penanganan petugas, masing-masing berada di Kabupaten Bengkalis, Kota Dumai, dan Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Kepala Daops Manggala Agni wilayah Riau, Edwin Putra, mengungkapkan bahwa kebakaran di Kabupaten Bengkalis telah berlangsung selama empat hari. Sementara itu, karhutla di Kota Dumai memasuki hari kedua, dan di Teluk Meranti tercatat sudah terjadi selama lima hari.
“Seluruh kejadian berada di wilayah pesisir dengan karakteristik lahan gambut. Saat ini semuanya sudah ditangani, namun proses pemadaman memang membutuhkan waktu,” ujar Edwin, Jumat (30/1/2026).
Ia menjelaskan, lahan gambut menjadi tantangan utama dalam proses pemadaman karena api dapat menjalar di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut membuat penanganan tidak bisa dilakukan secara cepat. Meski demikian, petugas gabungan terus berjibaku di lapangan untuk memastikan api tidak meluas ke area lain.
Sebagai langkah pencegahan, Manggala Agni Sumatra telah menggencarkan patroli rutin di daerah-daerah rawan karhutla. Selain itu, patroli terpadu direncanakan akan digelar pada April mendatang dengan melibatkan seluruh unsur terkait.
“Kami melakukan patroli di lokasi-lokasi rawan dan akan melaksanakan patroli terpadu dengan melibatkan semua pihak,” jelasnya.
Terkait kondisi cuaca, Edwin menyebutkan bahwa tahun ini masih didominasi kemarau basah. Meski hujan masih turun, potensi kebakaran tetap perlu diwaspadai, terutama di wilayah pesisir yang didominasi lahan gambut.
“Walaupun kemarau basah, antisipasi tetap harus dilakukan, khususnya di wilayah pesisir gambut. Namun pada dasarnya semua wilayah perlu diwaspadai, termasuk daerah perbukitan, mengingat kebakaran juga pernah terjadi di wilayah tersebut seperti pada tahun 2025 lalu,” tutupnya.