PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru memastikan kondisi tinggi gelombang laut di sebagian besar wilayah perairan Provinsi Riau masih tergolong aman untuk aktivitas maritim, Senin (2/2/2026).
Namun, kewaspadaan tetap diperlukan, khususnya bagi nelayan dan operator kapal kecil di jalur Dumai-Bengkalis.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Deby menjelaskan, tinggi gelombang di perairan Riau hari ini berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau dalam kategori rendah. Kondisi ini dinilai relatif aman bagi pelayaran skala kecil hingga menengah.
“Secara umum, tinggi gelombang di wilayah perairan Riau masih rendah, berkisar 0,5 sampai 1,25 meter,” ujarnya.
Meski demikian, BMKG mencatat adanya potensi gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di Perairan Dumai–Bengkalis.
Kondisi tersebut dipicu oleh pola angin yang bertiup cukup kencang dari arah Utara hingga Timur.
“Gelombang sedang berpotensi muncul di perairan Dumai–Bengkalis, sehingga nelayan tradisional dan pengguna kapal kecil diimbau lebih berhati-hati,” tegasnya.
Selain tinggi gelombang, suhu udara di wilayah Riau berada pada rentang 23-34 derajat Celsius, dengan kelembapan udara cukup tinggi mencapai 55-98 persen. Sementara itu, kecepatan angin diperkirakan berkisar 10 hingga 30 km/jam.
BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, serta pelaku transportasi laut untuk terus memantau pembaruan prakiraan cuaca maritim, terutama bagi yang beraktivitas di jalur perairan terbuka.