PEKANBARU - Tekanan publik terhadap keberadaan tempat hiburan malam (THM) di Kota Pekanbaru kian menguat menyusul beredarnya video viral yang diduga memperlihatkan aktivitas pesta waria di salah satu THM.
Gelombang penolakan itu berujung pada rencana aksi damai yang menuntut penutupan THM Paragon.
Aksi tersebut diinisiasi Forum Masyarakat Riau Anti Maksiat (Formaram) sebagai bentuk protes atas aktivitas hiburan malam yang dinilai bertentangan dengan norma dan nilai masyarakat Riau.
Seruan aksi damai itu beredar luas di media sosial dan mengajak masyarakat ikut menyuarakan penertiban THM bermasalah.
Berdasarkan informasi dalam poster aksi, massa dijadwalkan berkumpul pada Senin (2/2/2026) pukul 14.30 WIB di Masjid Nurul Ikhlas, Jalan Setia Budi, Pekanbaru, dengan agenda awal shalat Ashar berjamaah sebelum menyampaikan aspirasi.
Dalam tuntutannya, massa mendesak pencabutan izin operasional THM Paragon serta meminta pemerintah daerah bertindak tegas terhadap praktik hiburan malam yang dinilai meresahkan dan mencederai nilai adat serta religius masyarakat Melayu Riau.
Tokoh masyarakat Riau sekaligus pengurus Formaram, Azlaini Agus, secara terbuka meminta Walikota Pekanbaru tidak ragu mengambil langkah tegas apabila ditemukan pelanggaran.
“Tidak boleh ada pembiaran. Jika Paragon bermasalah dan terbukti melanggar aturan, izinnya harus dicabut,” tegas Azlaini.
Menurut Azlaini, polemik yang berulang terkait THM menunjukkan lemahnya pengawasan pemerintah terhadap operasional tempat hiburan malam di Pekanbaru.
Ia menilai penindakan tidak boleh bersifat reaktif, melainkan harus dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
“Lemahnya pengawasan menjadi penyebab persoalan serupa terus berulang. Ini harus dievaluasi secara serius,” ujarnya.
Azlaini juga menegaskan, Pekanbaru sebagai ibukota Provinsi Riau memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga identitas daerah yang berlandaskan adat, budaya, dan nilai religius Melayu.
“Pekanbaru adalah etalase Riau. Nilai adat dan budaya tidak boleh dikalahkan oleh kepentingan bisnis hiburan malam,” pungkasnya.