PEKANBARU – Menjelang Ramadan 1447 Hijriah/2026 M, Pemerintah Provinsi Riau melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah terus bergerak menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di pasaran.
Direktur PT Riau Pangan Bertuah (RPB), Ade Putra Daulay, mengatakan salah satu langkah konkret yang terus digencarkan adalah pelaksanaan operasi pasar murah.
Upaya ini dinilai efektif untuk menekan laju inflasi sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi, khususnya pada momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Ade menyebutkan, kebijakan tersebut sejalan dengan arahan Pelaksana Tugas Gubernur Riau SF Hariyanto agar pemerintah daerah aktif menjaga stabilitas harga pangan.
“Sesuai arahan Plt Gubernur Riau, Bapak SF Hariyanto, dalam menghadapi HBKN kita diminta memastikan stabilitas harga pangan dan pengendalian inflasi. Prinsipnya sederhana, kalau pasokan tersedia banyak di pasaran maka harga akan stabil. Itu tujuan utama operasi pasar murah ini,” kata Ade kepada halloriau, Selasa (3/2/2026).
Hingga saat ini, sebanyak 21 kali operasi pasar murah telah digelar di berbagai lokasi. Jumlah tersebut dipastikan akan terus bertambah menjelang Ramadan dan Idulfitri, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, komoditas yang paling diminati masyarakat antara lain minyak goreng, beras, dan gula pasir. Tingginya antusiasme warga membuat pihak penyelenggara memberlakukan pembatasan pembelian agar distribusi lebih merata.
“Karena antusias masyarakat sangat tinggi, kami terpaksa membatasi pembelian supaya warga lain juga kebagian. Untuk minyak goreng, maksimal empat liter per orang,” ujarnya.
Selain itu, PT Riau Pangan Bertuah juga melakukan antisipasi terhadap ketersediaan komoditas penyumbang inflasi seperti cabai merah dan bawang merah. Mengingat daerah pemasok di Sumatera Utara dan Sumatera Barat terdampak bencana alam, koordinasi pun dilakukan dengan daerah sentra produksi di Pulau Jawa.
Untuk pasokan cabai merah, pihaknya menjalin komunikasi dengan daerah penghasil di Jawa Tengah, sementara bawang merah dipasok dari Brebes.
Ade memastikan harga bahan pokok yang dijual pada operasi pasar murah berada di bawah harga pasar karena mendapatkan subsidi. Beberapa harga yang ditetapkan antara lain beras SPHP Rp60.000 per 5 kilogram, beras Anak Daro Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram, beras Sokan Rp162.000 per 10 kilogram atau Rp81.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, minyak goreng Salvaco Rp21.000 per liter, minyak Palmco Rp16.000 per bungkus, serta Minyakita Rp15.500 per bungkus.
Sementara itu, harga garam krista Rp2.000 per 200 gram, garam Nusantara Rp2.000 per 250 gram, dan tepung tapioka Rp8.000 per bungkus. Untuk komoditas seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, dan telur ayam, harga disesuaikan dengan kondisi petani serta dinamika pasar harian.
Setiap kali operasi pasar murah digelar, PT Riau Pangan Bertuah menyiapkan pasokan dalam jumlah cukup. Di antaranya 600 liter minyak goreng, 200 kilogram gula pasir, 500 kilogram beras SPHP, serta masing-masing 40 karung beras Anak Daro dan beras Sokan untuk kemasan 10 kilogram dan 5 kilogram. Telur ayam disediakan sekitar 50 papan per lokasi, dilengkapi cabai merah dan bawang merah.
Masyarakat yang ingin berbelanja diimbau datang sesuai jadwal dan mengantre dengan tertib. Operasi pasar murah dimulai pukul 08.00 WIB. Warga juga diharapkan membawa kantong belanja sendiri dari rumah sebagai upaya mengurangi penggunaan kantong plastik.