PEKANBARU – Sebaran titik panas (hotspot) di Pulau Sumatera kembali menunjukkan peningkatan, dengan total terpantau sebanyak 122 hotspot. Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak, mencapai 97 titik.
Data ini menempatkan Riau sebagai daerah paling dominan dalam sebaran hotspot di Sumatera, jauh di atas provinsi lain seperti Sumatera Utara (8 titik) dan Aceh (6 titik).
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Yudhistira mengatakan di Riau, hotspot paling banyak terpantau di Kabupaten Pelalawan dengan 39 titik, disusul Kabupaten Bengkalis sebanyak 37 titik. Selain itu, Kota Dumai juga mencatat 9 titik panas.
Sementara kabupaten lainnya terpantau dalam jumlah lebih kecil, yakni Siak dan Indragiri Hilir masing-masing 4 titik, serta Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir masing-masing 1 titik.
Di luar Riau, hotspot terpantau tersebar di sejumlah provinsi lain, antara lain Aceh 6 titik, Sumatera Utara 8 titik, Kepulauan Riau 3 titik, Bangka Belitung 2 titik, Bengkulu 2 titik, Sumatera Selatan 2 titik, serta Jambi dan Sumatera Barat masing-masing 1 titik.
Selain sebaran hotspot, pembaruan jarak pandang (visibility) pada pukul 16.00 WIB menunjukkan kondisi udara di beberapa wilayah masih relatif normal. Pekanbaru tercatat dengan jarak pandang 7 kilometer, Rengat 8 kilometer, Tambang 9 kilometer, dan Pelalawan 10 kilometer.