PEKANBARU – Peta sebaran titik panas di Pulau Sumatera kembali diperbarui. Hingga Sabtu (21/2/2026), total terdeteksi 12 hotspot berdasarkan pemantauan satelit.
Meski beberapa provinsi mencatat kemunculan titik panas, wilayah Riau dipastikan masih dalam kondisi aman tanpa temuan hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby menyampaikan, pemantauan dilakukan melalui sistem satelit yang terintegrasi untuk mendeteksi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 12 titik. Rinciannya tersebar di beberapa provinsi, dan untuk Riau nihil,” ujarnya.
Secara detail, sebaran hotspot tercatat paling banyak di Aceh empat titik dan Sumatera Selatan enam titik.
Selain itu, di Sumatera Utara juga ada 1 titik panas dan Bangka Belitung 1 titik. Sedangkan Riau yang sempat merajai jumlah hotspot di Sumatera beberapa pekan lalu, hari ini nihil titik panas.
Deby menegaskan, meskipun jumlahnya relatif kecil, kewaspadaan tetap diperlukan, terutama di daerah yang mulai memasuki periode cuaca kering.
“Walaupun jumlahnya tidak signifikan, tetap perlu dilakukan pemantauan lanjutan untuk memastikan tidak berkembang menjadi kebakaran yang meluas,” tegasnya.
Kondisi nihil hotspot di Riau menjadi kabar positif di tengah kekhawatiran tahunan terhadap ancaman karhutla.
Pasalnya, provinsi ini kerap menjadi sorotan saat musim kemarau akibat potensi kebakaran lahan gambut.
Pemantauan hotspot sendiri merupakan bagian dari sistem peringatan dini untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Data ini biasanya menjadi rujukan bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta tim penanggulangan bencana dalam mengambil langkah cepat di lapangan.