PEKANBARU - Pemantauan satelit BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi 113 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau pada Rabu (4/2/2026).
Temuan ini menjadi sinyal penting untuk kewaspadaan dini, mengingat hotspot kerap menjadi indikator awal meningkatnya potensi kebakaran lahan dan hutan (karhutla).
Dari total 113 hotspot, wilayah Kabupaten Pelalawan tercatat sebagai daerah dengan jumlah titik panas terbanyak, mencapai 60 titik.
Sebaran hotspot di Riau hari ini meliputi enam kabupaten/kota, yakni Kabupaten Bengkalis 26 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik dan Kabupaten Rokan Hilir 9 titik.
Kemudian, Kabupaten Pelalawan 60 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 9 titik, serta Kota Dumai 8 titik.
BMKG juga mencatat adanya hotspot yang masuk kategori paling perlu diwaspadai, yakni yang memiliki tingkat keyakinan (confidence) tinggi.
Dari 113 hotspot tersebut, 7 titik berada pada level confidence tinggi 80–100% yang tersebar di dua wilayah, yakni Kecamatan Bandar Laksamana Kabupaten Bengkalis 2 titik dan Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan 5 titik.
Sementara itu, sebagian besar hotspot berada pada kategori confidence sedang, dengan rincian confidence rendah 0-29% 4 titik, confidence sedang 30-79% 102 titik dan confidence tinggi 80-100% 7 titik.
Kondisi ini menunjukkan bahwa meski sebagian besar masih pada level sedang, jumlah hotspot yang muncul secara keseluruhan cukup signifikan dan perlu menjadi perhatian pemerintah daerah serta masyarakat, khususnya di wilayah rawan karhutla.
Dengan jumlah hotspot mencapai 60 titik, Kabupaten Pelalawan diprediksi menjadi wilayah yang paling membutuhkan pemantauan intensif, terutama di area-area yang memiliki riwayat kebakaran lahan, gambut kering, atau aktivitas pembukaan lahan.
Kecamatan Kuala Kampar juga menjadi salah satu titik krusial karena menyumbang 5 hotspot confidence tinggi sekaligus.