PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat peningkatan aktivitas titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera.
Hingga Rabu (21/1/2026), total hotspot terdeteksi mencapai 33 titik yang tersebar di sejumlah provinsi.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Deby menjelaskan, sebaran hotspot terbanyak terpantau di wilayah Kepulauan Bangka Belitung dengan 11 titik, disusul Sumatera Barat sebanyak 7 titik.
“Berdasarkan pemantauan citra satelit hari ini, total hotspot di Sumatera berjumlah 33 titik. Ini perlu menjadi perhatian bersama, terutama daerah dengan potensi kebakaran lahan,” ujarnya.
Adapun rincian sebaran hotspot di Sumatera meliputi Aceh 5 titik, Sumatera Utara 5 titik, Sumatera Barat 7 titik, dan Kepulauan Bangka Belitung 11 titik.
Kemudian, Kepulauan Riau 3 titik, Sumatera Selatan 1 titik, serta Riau 1 titik yang terdeteksi di Kabupaten Inhil.
BMKG menegaskan bahwa meskipun jumlah hotspot di Riau masih tergolong rendah, potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tetap perlu diwaspadai, khususnya di wilayah rawan gambut seperti Inhil.
“Hotspot ini belum tentu berarti kebakaran besar, namun bisa menjadi indikasi awal. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan serta tidak melakukan pembakaran lahan,” pungkasnya.
BMKG Pekanbaru juga mengingatkan bahwa kondisi cuaca kering di beberapa wilayah Sumatera dapat mempercepat penyebaran api apabila tidak ditangani sejak dini.
Koordinasi lintas sektor dinilai krusial guna mencegah karhutla meluas dan berdampak pada kabut asap lintas wilayah.