PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat 190 hotspot terdeteksi pada Senin (19/1/2026), berdasarkan pemantauan satelit cuaca.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Bella R Adelia menjelaskan, sebaran titik panas ini tersebar di delapan provinsi dan perlu menjadi perhatian serius, terutama di wilayah yang memiliki riwayat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Berdasarkan hasil pemantauan hari ini, total hotspot di wilayah Sumatera mencapai 190 titik dan tersebar di beberapa provinsi,” ujarnya.
Dari data BMKG, Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 110 titik, disusul Sumatera Utara sebanyak 43 titik.
Sementara itu, provinsi lainnya seperti Kepulauan Bangka Belitung 13 titik, Bengkulu 8 titik, Kepulauan Riau 7 titik, Sumatera Barat 5 titik, Riau 3 titik dan Jambi satu titik.
"Untuk tiga titik panas di Riau terdeteksi di wilayah Kabupaten Pelalawan dua titik dan Rohul satu titik," tuturnya.
Meski jumlah hotspot di Provinsi Riau masih tergolong rendah dibandingkan wilayah lain, BMKG menegaskan bahwa kewaspadaan tetap diperlukan, terutama memasuki fase cuaca kering lokal di beberapa daerah.
“Meskipun hotspot di Riau masih sedikit, potensi kebakaran tetap ada jika kondisi cuaca mendukung dan aktivitas pembakaran lahan tidak terkendali,” jelasnya.
BMKG mengimbau pemerintah daerah, aparat, serta masyarakat untuk meningkatkan patroli terpadu dan tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun.