www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Tak Hanya Pekanbaru, IKTS Tebar Sembako Imlek hingga Daerah Terpencil Riau
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Belum Ada Kasus Nipah di Riau, Diskes Perkuat Kewaspadaan Fasilitas Kesehatan
Minggu, 08 Februari 2026 - 14:38:27 WIB
Diskes perkuat kewaspadaan fasilitas kesehatan cegah wabah virus nipah.(foto: mcr)
Diskes perkuat kewaspadaan fasilitas kesehatan cegah wabah virus nipah.(foto: mcr)

PEKANBARU - Pemprov Riau memastikan hingga awal Februari 2026 belum ditemukan kasus penularan Virus Nipah di wilayah Riau.

Meski demikian, Dinas Kesehatan (Diskes) Provinsi Riau menegaskan langkah antisipasi dan kewaspadaan dini terus diperkuat, seiring meningkatnya perhatian global terhadap penyakit zoonotik tersebut.

Kadiskes Riau, Zulkifli menyampaikan, saat ini kasus Virus Nipah masih dilaporkan terjadi di luar negeri.

Namun, potensi penyebaran lintas negara tetap menjadi perhatian serius, terutama di tengah mobilitas manusia yang tinggi.

“Sampai hari ini belum ada laporan kasus Virus Nipah di Riau. Meski begitu, kita tidak boleh lengah karena penyebarannya bisa lintas wilayah,” ujar Zulkifli, Sabtu (8/2/2026).

Sebagai langkah awal, Diskes Riau telah melakukan sosialisasi lintas sektor, termasuk bersama Polda Riau, guna menyamakan persepsi terkait kewaspadaan dan pencegahan.

“Kemarin kita sudah lakukan sosialisasi bersama Polda Riau. Namun memang masih perlu pendalaman lebih lanjut terkait karakteristik virus ini,” katanya.

Zulkifli menambahkan, Diskes Riau saat ini masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat terkait sistem penanganan dan tata laksana apabila ditemukan kasus Virus Nipah di daerah.

“Sambil menunggu juknis dari pusat, tentu kita sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi. Kita dalami dulu bagaimana pola penularan dan pengelolaan kasusnya,” jelasnya.

Menurutnya, kesiapsiagaan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci utama dalam mendeteksi dini potensi kasus, terutama pada pasien dengan gejala yang mengarah pada infeksi virus zoonotik.

Selain penguatan sistem kesehatan, Diskes Riau juga mengimbau masyarakat untuk tetap menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), terlebih saat memasuki masa peralihan musim hujan ke kemarau yang rawan penyakit menular.

“Kami mengajak masyarakat tetap waspada dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kebersihan lingkungan,” kata Zulkifli.

Sebagai informasi, Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Surat Edaran Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang kewaspadaan terhadap Penyakit Virus Nipah (Nipah Virus Disease/NiV).

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Murti Utami, menjelaskan bahwa Virus Nipah merupakan penyakit zoonotik emerging yang disebabkan oleh virus dari genus Henipavirus dan famili Paramyxoviridae.

Virus ini memiliki reservoir alami pada kelelawar buah (Pteropus sp.) dan dapat menular ke manusia secara langsung, melalui hewan perantara seperti babi, maupun dari konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti buah atau nira.

Berdasarkan keterangan dari Ayosehat.kemkes.go.id, Virus Nipah termasuk virus RNA yang dapat menyebabkan infeksi serius. Penularannya bisa terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh hewan atau manusia yang terinfeksi, seperti air liur, darah, dan urine.

Virus ini juga berpotensi menular antarmanusia, terutama melalui kontak erat dengan pasien, khususnya saat pasien mengeluarkan banyak cairan tubuh.

Masa inkubasi Virus Nipah berkisar 4 hingga 14 hari, dengan gejala mulai dari demam, sakit kepala, batuk, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan dan radang otak (ensefalitis). Pada kondisi berat, infeksi ini dapat berujung pada kematian.

Sumber: mediacenter.riau.go.id


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
IKTS salurkan sembako untuk warga tionghoa kurang mampu di Pekanbaru dalam momen Imlek 2026.(foto: istimewa)Tak Hanya Pekanbaru, IKTS Tebar Sembako Imlek hingga Daerah Terpencil Riau
Tim SAR masih mencari ABK kapal karam di perairan Meranti.(foto: int)Awak Speedboat Hilang di Meranti Diduga Terbawa Arus hingga Kuala Kampar
Heli water boombing padamkan karhutla.(ilustrasi/int)Curah Hujan Menurun, Riau Ajukan TMC dan Heli Water Bombing Hadapi Karhutla
PSMTI Riau berbagi paket Bansos dalam rangka Imlek 2026.(foto: meri/halloriau.com)Semarak Imlek 2026, PSMTI Riau Gandeng Komunitas Salurkan 500 Paket Bansos
Diskes perkuat kewaspadaan fasilitas kesehatan cegah wabah virus nipah.(foto: mcr)Belum Ada Kasus Nipah di Riau, Diskes Perkuat Kewaspadaan Fasilitas Kesehatan
  Ist.Persiapkan Masa Tua Sejahtera, BRK Syariah Ajak ASN di Natuna Tetap Produktif
Pemprov Riau kembali gelar pasar murah.(foto: int)Bulan ini Pemprov Riau Gelar Pasar Murah di 5 Titik, Ini Lokasi dan Jadwalnya
Walikota Pekanbaru, Agung Nugroho saat gotong royong bersama warga.(foto: dini/halloriau.com)Pekanbaru Jadi Contoh, Gerakan Indonesia ASRI Digarap Terukur dan Konsisten
Kapolda Riau tinjau langsung TKP penemuan gajah di Ukui.(foto: andi/halloriau.com)Gajah Sumatera Tewas di Ukui, Kapolda Riau Bentuk Satgas Gabungan
Bupati Pelalawan, Zukri saat ziarah kubur di Desa Kuala Terusan.(foto: andi/halloriau.com)Sambut Ramadan 1447 H, Bupati Pelalawan Gagas Pesantren dan Kampung Wisata Religi
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
AMSI Riau dan SKK Migas Sumbagut Perkuat Kerjasama di 2026
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved