PEKANBARU - Pemprov Riau memperkuat langkah stabilisasi harga pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadan dan Idulfitri 2026.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Riau bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah, Pemprov Riau menggelar operasi pasar murah terjadwal di lima titik strategis Kota Pekanbaru sebagai upaya menjaga daya beli masyarakat.
Langkah ini dinilai krusial di tengah tren peningkatan konsumsi rumah tangga jelang Ramadan.
Operasi pasar murah tidak hanya difokuskan pada penurunan harga, tetapi juga menjamin ketersediaan dan kelancaran distribusi bahan pokok.
Kabid Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti menegaskan, kegiatan ini merupakan instrumen pengendalian inflasi daerah yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Melalui operasi pasar murah, kami ingin memastikan stok bahan pokok aman, distribusi lancar, serta harga tetap stabil di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri,” ujar Tetty, Minggu (8/2/2026).
Tetty menjelaskan, pada pekan kedua Februari 2026, operasi pasar murah akan dilaksanakan di lima lokasi berbeda dengan jadwal sebagai berikut:
- Senin, 9 Februari 2026: Halaman Kantor Lurah Air Dingin, Kecamatan Bukitraya
- Selasa, 10 Februari 2026: Halaman SMP Negeri 6, Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Rumbai
- Rabu, 11 Februari 2026: Depan SMP Negeri 30 Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai
- Kamis, 12 Februari 2026: Halaman Kantor Lurah Rintis, Kecamatan Lima Puluh
- Jumat, 13 Februari 2026: Halaman Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim
Seluruh kegiatan operasi pasar murah akan dimulai pukul 08.00 WIB.
“Kami berharap masyarakat dapat datang sesuai jadwal, mengantre dengan tertib, serta membawa kantong belanja sendiri dari rumah sebagai bagian dari pengurangan penggunaan plastik,” tambahnya.
Dalam operasi pasar murah ini, sejumlah komoditas pangan strategis dijual dengan harga terjangkau, di antaranya beras SPHP Rp60.000/5 kg dan beras anak daro Rp162.000/10 kg atau Rp81.000/5 kg.
Beras Sokan Rp162.000/10 kg atau Rp81.000/5 kg, Gula pasir Rp17.000/kg, minyak goreng Salvaco Rp21.000/liter, dan minyak goreng Palmco Rp16.000/bungkus.
Kemudian, Minyakita Rp15.500/bungkus, Garam Krista Rp2.000/200 gram, Garam Nusantara Rp2.000/250 gram, dan Tepung tapioka Rp8.000/bungkus.
Sementara untuk komoditas hortikultura seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, serta telur ayam, harga disesuaikan dengan harga petani dan kondisi pasar harian.
Operasi pasar murah ini menjadi bagian dari strategi jangka pendek TPID Riau dalam menekan laju inflasi pangan musiman.
Pemerintah berharap intervensi pasar ini mampu menahan lonjakan harga sekaligus menjaga pasokan tetap tersedia hingga Idulfitri.