PEKANBARU - Provinsi Riau kembali menjadi wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) tertinggi di Sumatera.
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat, hingga Rabu (11/2/2026), total hotspot di Pulau Sumatera mencapai 336 titik, dengan 251 titik di antaranya berada di Riau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Gita Dewi menjelaskan, sebaran hotspot tersebut menjadi indikator penting potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya di wilayah rawan gambut.
“Berdasarkan hasil pemantauan citra satelit hari ini, total hotspot di Sumatera terdeteksi sebanyak 336 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 251 titik,” ujarnya.
BMKG merinci, titik panas tersebut tersebar di sejumlah provinsi, yakni Aceh 20 titik, Jambi 3 titik, Sumatera Barat 5 titik, Sumatera Utara 16 titik, Sumatera Selatan 2 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Bangka Belitung 25 titik dan Riau 251 titik.
Di Provinsi Riau, sebaran hotspot paling dominan berada di beberapa kabupaten yang selama ini dikenal sebagai wilayah rawan karhutla.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis 139 titik, Kabupaten Pelalawan 84 titik dan Kabupaten Indragiri Hilir 18 titik.
Kemudian di Kabupaten Siak 6 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik, Kabupaten Rokan Hilir 1 titik dan Kota Dumai 1 titik.
Menurut Gita, konsentrasi hotspot yang tinggi perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan.
“Wilayah dengan jumlah hotspot tinggi perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama pada area lahan gambut dan perkebunan yang rentan terbakar,” pungkasnya.