PEKANBARU - Aktivitas titik panas (hotspot) di Provinsi Riau kembali meningkat signifikan. Data pemantauan terbaru mencatat 280 hotspot terdeteksi dan tersebar hampir merata di sejumlah kabupaten/kota.
Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot paling tinggi, mengindikasikan perlunya kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati menjelaskan, mayoritas hotspot berada pada tingkat kepercayaan menengah, namun terdapat sejumlah titik dengan kategori risiko tinggi.
“Dari total 280 hotspot di Riau, terdapat enam titik dengan level confidence tinggi, yakni 80 hingga 100 persen,” ujarnya.
BMKG mencatat enam hotspot dengan tingkat kepercayaan tertinggi tersebar di beberapa kecamatan strategis, yakni 2 titik di Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak.
Kemudian 1 titik di Kecamatan Merbau Kabupaten Kepulauan Meranti, 1 titik di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis, 1 titik di Kecamatan Rupat Kabupaten Bengkalis dan 1 titik di Kecamatan Bengkalis Kabupaten Bengkalis.
Selain itu, terdapat 7 titik dengan confidence rendah 0–29%, sementara 267 titik lainnya berada pada confidence sedang 30–79%.
Dominasi hotspot confidence sedang hingga tinggi menunjukkan adanya potensi aktivitas pembakaran lahan atau kondisi vegetasi kering yang perlu diawasi secara intensif.
BMKG menegaskan, data hotspot menjadi indikator awal yang harus ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan oleh instansi terkait.