PEKANBARU - Aktivitas titik panas di Provinsi Riau kembali meningkat dan menjadi perhatian serius. Pemantauan satelit Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 275 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Riau dalam satu hari.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Putri Santy menjelaskan, sebaran hotspot tersebut menunjukkan dominasi signifikan di Kabupaten Bengkalis.
“Berdasarkan pantauan satelit BMKG hari ini, total terdeteksi 275 hotspot di wilayah Riau dengan sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis,” ujarnya.
Dari total 275 titik panas, Kabupaten Bengkalis menyumbang jumlah tertinggi dengan 155 hotspot, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 60 titik, dan Kabupaten Indragiri Hilir 34 titik.
Sementara daerah lain terpantau dengan jumlah relatif lebih rendah, yaknk Kabupaten Rokan Hilir 11 titik, Kota Dumai 6 titik, Kabupaten Siak 4 titik, Kabupaten Kampar 2 titik, Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik dan Kabupaten Rokan Hulu 1 titik.
BMKG juga mengklasifikasikan hotspot berdasarkan tingkat kepercayaan (confidence level).
Dari keseluruhan data, 26 titik tercatat memiliki confidence tinggi 80–100 persen, yang berpotensi kuat mengindikasikan kejadian kebakaran hutan dan lahan.
“Sebanyak 26 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terpantau di tiga kecamatan di Kabupaten Bengkalis, yaitu Kecamatan Bantan, Kecamatan Bengkalis, dan Kecamatan Rupat,” jelasnya.
Selain itu, terdeteksi 245 hotspot dengan confidence sedang 30–79 persen, serta 4 hotspot dengan confidence rendah 0–29 persen.
Meningkatnya jumlah hotspot, khususnya yang terkonsentrasi di wilayah pesisir dan lahan gambut, menjadi indikator awal meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan di Riau.