PEKANBARU – Provinsi Riau masih menjadi penyumbang hotspot atau titik panas terbanyak di Pulau Sumatera. Bahkan Kabupaten Bengkalis 'juara' hotspot tertinggi dengan kemunculan 162 titik, Sabtu sore (14/2/2026).
Itu disampaikan petugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Gita Dewi. Pihaknya mencatat dari total 193 hotspot yang terdeteksi, Provinsi Riau menyumbang jumlah terbanyak, yakni 172 titik.
Ia menyampaikan bahwa sebaran titik panas di Sumatera didominasi oleh Riau, jauh melampaui provinsi lainnya.
“Total hotspot di wilayah Sumatera terpantau sebanyak 193 titik, dengan Riau menjadi penyumbang terbesar,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).
Selain Riau, beberapa provinsi lain juga terdeteksi memiliki titik panas, di antaranya Aceh sebanyak 1 titik, Jambi 3 titik, Kepulauan Riau 11 titik, serta Bangka Belitung 6 titik.
Di dalam wilayah Riau sendiri, Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan jumlah hotspot tertinggi, yakni 162 titik. Angka ini menunjukkan konsentrasi titik panas yang cukup mengkhawatirkan di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat 3 titik, Kota Dumai 1 titik, Kabupaten Pelalawan 1 titik, Kabupaten Siak 2 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik, dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Dominasi hotspot di Riau ini menjadi perhatian serius, mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat berdampak pada kualitas udara dan aktivitas masyarakat.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan serta tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering.
Sebagai informasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau resmi menetapkan status siaga darurat Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) per Jumat (13/2/2026). Status siaga darurat Karhutla ditetapkan hingga 30 November 2026 mendatang.
Penetapan status siaga darurat tersebut juga berdasarkan hasil rapat pihaknya bersama instansi terkait. Mulai dari Forkopimda Riau dan juga pihak-pihak terkait lainnya.