PEKANBARU - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menunjukkan progres signifikan di Provinsi Riau. Hingga Januari 2026, sebanyak 633 dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah resmi berdiri dan beroperasi, mendekati target sekitar 800 unit.
Capaian tersebut disampaikan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Irjen Pol Purnawirawan Soni Sonjaya, dalam Rapat Konsolidasi Program MBG bersama kepala satuan pelaksana, mitra, dan yayasan di Ballroom Hotel Premier Pekanbaru, Sabtu (21/2/2026).
Soni mengapresiasi pencapaian pembangunan SPPG di Riau yang dinilainya membanggakan karena seluruhnya dibangun oleh mitra dari masyarakat setempat. Menurutnya, partisipasi aktif warga menjadi kekuatan utama dalam mempercepat realisasi program prioritas nasional tersebut.
Program MBG menyasar lima kelompok utama penerima manfaat, yakni anak balita, ibu hamil, ibu menyusui, peserta didik, serta guru dan tenaga pendidik. Secara nasional, jumlah penerima manfaat mencapai 60,24 juta orang, terdiri dari 49,27 juta peserta didik dan 10,98 juta non peserta didik.
Tak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, MBG juga memberikan dampak ekonomi yang luas. Tercatat sebanyak 87.663 pemasok di seluruh Indonesia terlibat sebagai mitra program. MBG merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan meningkatkan asupan gizi kelompok rentan sekaligus menekan angka stunting dan malnutrisi.
Menurut Soni, program ini menjadi bagian dari strategi menuju Indonesia Emas 2045. Selain meningkatkan kualitas sumber daya manusia, MBG juga mendorong kebangkitan ekonomi daerah dengan memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal sebagai pemasok bahan baku makanan.
Ia juga menegaskan pentingnya peran kepala SPPG sebagai garda terdepan dalam menjaga kualitas pelaksanaan program. Dengan sekitar 60 juta penerima manfaat secara nasional, pengawasan mutu dinilai tidak hanya bergantung pada pengelola, tetapi juga pada penerima manfaat itu sendiri.
“Penerima manfaat adalah pengawas terbaik. Jika kualitas tidak baik, mereka yang pertama merasakan. Karena itu, kepala SPPG harus memastikan standar mutu, kebersihan, dan ketepatan distribusi benar-benar terjaga serta memperbarui data melalui media sosial masing-masing,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, menyampaikan bahwa kegiatan konsolidasi ini bertujuan memastikan sistem pemenuhan gizi yang dijalankan telah memenuhi standar dan berjalan sesuai harapan.
Sebanyak 633 SPPG telah dibangun di 12 kabupaten/kota di Riau dengan melibatkan 25.081 relawan. Total penerima manfaat MBG di Riau mencapai 1.420.723 jiwa. Dari jumlah SPPG yang telah berdiri, 228 unit telah mengantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi yang diterbitkan Dinas Kesehatan, sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan keamanan pangan.