PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 52 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Sumatera hingga Minggu sore (22/2/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi daerah dengan temuan terbanyak.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Putri Santy, menyampaikan bahwa dari total 52 hotspot di Sumatera, Riau menyumbang 18 titik panas. Sementara provinsi lain tercatat Aceh 6 titik, Bengkulu 1 titik, Jambi 12 titik, Sumatera Barat 6 titik, Sumatera Selatan 4 titik, Sumatera Utara 2 titik, dan Bangka Belitung 3 titik.
Di Riau, sebaran hotspot tersebar di sejumlah kabupaten dan kota. Kota Dumai mencatat jumlah tertinggi dengan 8 titik panas. Disusul Kabupaten Bengkalis 3 titik, Kabupaten Pelalawan 3 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik, dan Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Seiring meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), upaya pencegahan terus diperkuat. Salah satunya melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang difokuskan di wilayah pesisir Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan Jim Gafur menjelaskan, OMC saat ini dilaksanakan di Kabupaten Siak, Indragiri Hilir, dan Bengkalis. Hingga kini, total 7 ton garam (NaCl) telah disemai untuk merangsang pertumbuhan awan hujan di wilayah tersebut.
Sementara itu, data terkini menunjukkan kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di 11 kabupaten dan kota di Riau. Total luas lahan yang terbakar mencapai 1.041,74 hektare.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait terus meningkatkan koordinasi dan langkah mitigasi guna menekan perluasan karhutla, terutama di daerah-daerah yang terdeteksi memiliki titik panas terbanyak.