PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali membayangi wilayah Sumatera.
Berdasarkan pemantauan satelit terkini, total 122 titik panas terdeteksi pada Kamis (26/2/2026), dengan Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun mengonfirmasi, sebaran hotspot tersebut tersebar hampir di seluruh provinsi di Pulau Sumatera.
“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau sebanyak 122 titik. Riau menjadi provinsi dengan jumlah terbanyak, yakni 47 titik,” ujarnya.
Dari 47 titik panas di Riau, sebaran terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan.
Dengan rincian, Kabupaten Bengkalis 21 titik, Kabupaten Pelalawan 18 titik, Kota Dumai 3 titik, Kabupaten Rokan Hilir 3 titik, Kabupaten Rokan Hulu 1 titik dan Kabupaten Siak 1 titik.
Angka tersebut menempatkan Riau sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Sumatera hari ini.
Sementara itu, provinsi lain juga mencatatkan temuan signifikan, di antaranya Sumatera Barat 20 titik, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan masing-masing 12 titik, Bengkulu 10 titik, serta Aceh dan Jambi masing-masing 7 titik. Kepulauan Riau terpantau 2 titik dan Bangka Belitung 5 titik.
Peningkatan jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius, mengingat sebagian wilayah Riau memiliki lahan gambut yang rentan terbakar saat cuaca kering.
Lonjakan titik panas kerap menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah dan aparat terkait diharapkan meningkatkan patroli darat serta pemantauan udara guna mencegah eskalasi menjadi kebakaran besar.
BMKG mengimbau seluruh pihak, termasuk masyarakat dan perusahaan perkebunan, untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca kering.
“Kami mengingatkan agar semua pihak tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara dibakar, karena kondisi panas dan angin dapat mempercepat penyebaran api,” pungkasnya.