PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Pekanbaru melaporkan adanya puluhan titik panas yang terpantau di wilayah Sumatera hingga sore hari. Data ini menjadi perhatian serius mengingat potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat meningkat jika tidak segera dikendalikan.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Sanya Gautami, menyampaikan total terdapat 42 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Provinsi Sumatera Barat tercatat sebagai wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni 12 titik, disusul Riau dengan 9 titik dan Jambi 8 titik.
Rincian sebaran titik panas di Sumatera antara lain Aceh 1 titik, Jambi 8 titik, Sumatera Barat 12 titik, Sumatera Utara 5 titik, Kepulauan Riau 2 titik, Bangka Belitung 5 titik, serta Riau 9 titik.
Khusus di Riau, sebaran hotspot terpantau di beberapa kabupaten. Kabupaten Rokan Hilir mencatat jumlah terbanyak dengan 4 titik, disusul Kuantan Singingi 3 titik, serta masing-masing 1 titik di Pelalawan dan Indragiri Hulu.
Sementara itu, berdasarkan pembaruan jarak pandang pukul 16.00 WIB, kondisi visibilitas di sejumlah wilayah Riau masih relatif aman. Di Pekanbaru, Rengat, dan Pelalawan, jarak pandang tercatat 8 kilometer, sedangkan di Tambang mencapai 9 kilometer.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah yang terdeteksi memiliki titik panas, guna mencegah potensi kebakaran hutan dan lahan yang lebih luas.