PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan lonjakan signifikan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Sabtu sore, 4 April 2026. Dari total 239 titik panas yang terdeteksi, Provinsi Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan jumlah yang jauh melampaui daerah lain.
Petugas BMKG Pekanbaru, Deby, menyebutkan bahwa dari keseluruhan titik panas tersebut, sebanyak 182 titik berada di Riau. Jumlah ini menjadikan Riau sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan tertinggi di Sumatera saat ini. Bahkan, konsentrasi hotspot terbesar terpantau berada di Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, provinsi lain mencatat jumlah yang jauh lebih rendah. Aceh terdeteksi sebanyak 15 titik panas, Sumatera Selatan 14 titik, Kepulauan Riau 12 titik, dan Bangka Belitung 11 titik. Sedangkan provinsi seperti Jambi dan Lampung masing-masing hanya mencatat dua titik, dan Bengkulu satu titik panas.
Kondisi ini menjadi perhatian serius, mengingat tingginya jumlah hotspot sering kali menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan. Apalagi, wilayah Riau selama ini dikenal sebagai daerah yang rawan karhutla saat musim kering.
BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Pemantauan intensif juga terus dilakukan guna mengantisipasi penyebaran api yang dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.