PEKANBARU - Data terbaru Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru mencatat total 405 titik panas (hotspot) terpantau di Pulau Sumatera pada Sabtu (4/4/2026).
Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi wilayah paling dominan dengan kontribusi lebih dari satu tiga perempat total hotspot.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir menegaskan, lonjakan titik panas ini perlu menjadi perhatian serius seluruh pemangku kepentingan.
“Total hotspot Sumatera hari ini mencapai 405 titik dan Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak,” ujar Yasir.
Berdasarkan pemantauan satelit, titik panas tersebar di beberapa provinsi di Sumatera dengan rincian, Aceh 2 titik, Bengkulu 1 titik, Jambi 21 titik, Sumatera Utara 2 titik, Sumatera Selatan 30 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Kepulauan Bangka Belitung 24 titik, Lampung 1 titik dan Riau 310 titik.
Data ini memperlihatkan Riau sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan karhutla tertinggi di Sumatera pada hari ini.
Di dalam Provinsi Riau sendiri, lonjakan hotspot sangat terkonsentrasi di Kabupaten Bengkalis. Wilayah pesisir tersebut mencatat jumlah titik panas paling besar dibanding daerah lainnya.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis 273 titik, Kabupaten Pelalawan 15 titik, Kota Dumai 9 titik, Kabupaten Rokan Hilir 6 titik, Kabupaten Indragiri Hulu 3 titik, Kabupaten Indragiri Hilir 2 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 1 titik dan Kota Pekanbaru 1 titik.
Dominasi Bengkalis menunjukkan potensi peningkatan risiko kebakaran lahan gambut yang dikenal mudah terbakar saat kondisi kering.