PEKANBARU – Kekecewaan dirasakan sejumlah guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang mengajar di sekolah umum di bawah kewenangan Kementerian Agama. Hingga Maret 2026, sertifikasi guru bagi mereka yang lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025 disebut belum juga cair.
Salah satu guru yang menyuarakan keluhan tersebut adalah Eko Wibowo, guru PAI di SMKN 2 Pekanbaru. Ia mengaku sangat kecewa karena hingga saat ini pencairan sertifikasi untuk bulan Januari, Februari, dan Maret 2026 belum juga jelas.
Menurutnya, para guru yang telah lulus PPG 2025 seharusnya sudah mendapatkan kepastian terkait pencairan tunjangan sertifikasi pada tahun 2026.
Ia menilai pemerintah melalui Kementerian Agama RI semestinya sudah menyiapkan anggaran dari APBN bagi guru PAI yang telah dinyatakan lulus PPG pada tahun 2025, sehingga proses pencairan dapat berjalan tepat waktu.
"Kami memohon kepada Kemenag RI agar segera mencairkan sertifikasi tersebut sebelum Lebaran. Sedih rasanya ketika mendengar kabar bahwa anggarannya tidak cukup. Kami bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi," ujarnya, Selasa (10/1/2026).
Eko Wibowo yang juga dikenal sebagai tokoh muda pendidikan di Riau berharap persoalan ini segera mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Ia meminta agar Kementerian Agama segera memberikan penjelasan sekaligus solusi terkait keterlambatan pencairan sertifikasi tersebut.
Ia juga berharap Presiden Prabowo Subianto dapat mengecek langsung persoalan ini agar para guru yang telah lulus PPG 2025 segera mendapatkan hak mereka.
Selain sebagai guru, Eko Wibowo juga menjabat sebagai Ketua Ikatan Alumni Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Suska Riau. Ia menilai kepastian pencairan sertifikasi sangat penting bagi kesejahteraan guru, terlebih menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.