PEKANBARU - Jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera terpantau meningkat tajam pada Kamis (12/3/2026). Data pemantauan satelit menunjukkan total 237 hotspot tersebar di berbagai provinsi, dengan Provinsi Riau menjadi wilayah dengan jumlah terbanyak.
Forecaster on duty Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru, Alfa Nataris mengungkapkan, lonjakan hotspot ini perlu menjadi perhatian karena kondisi cuaca cenderung kering di sejumlah wilayah.
“Total titik panas di wilayah Sumatera hari ini terpantau mencapai 237 titik, dengan konsentrasi tertinggi berada di Provinsi Riau sebanyak 142 titik,” ujarnya.
Berdasarkan data pemantauan satelit BMKG, sebaran hotspot di Pulau Sumatera meliputi, Aceh 13 titik, Bengkulu 1 titik, Sumatera Utara 10 titik dan Sumatera Barat 1 titik.
Kemudian, Jambi 32 titik, Kepulauan Riau 29 titik, Bangka Belitung 3 titik, Sumatera Selatan 3 titik, Lampung 3 titik dan Riau 142 titik.
Di Provinsi Riau, hotspot paling banyak terdeteksi di Kabupaten Pelalawan dan Indragiri Hulu.
Rinciannya, Pelalawan 58 titik, Indragiri Hulu 47 titik, Kampar 19 titik, Bengkalis 8 titik, Siak 4 titik, Rokan Hulu 1 titik, Rokan Hilir 1 titik, Kuantan Singingi 1 titik, Indragiri Hilir 1 titik, dan Kota Pekanbaru 2 titik.
Menurut Alfa, kondisi cuaca pada hari ini relatif minim potensi hujan sehingga berpotensi membuat lahan semakin kering.
“Potensi hujan hari ini relatif sedikit, sehingga lahan lebih cepat kering dan dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan,” jelasnya.
BMKG juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam mengelola lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki banyak hotspot.
Alfa menegaskan masyarakat sebaiknya tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar karena hal tersebut berpotensi memicu karhutla, terutama saat kondisi lahan kering,” tegasnya.
Selain itu, warga juga disarankan menjaga kondisi lingkungan sekitar agar tidak terlalu kering dan berdebu.