PEKANBARU - Pemprov Riau terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meluas di sejumlah wilayah. Salah satu langkah yang ditempuh adalah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk memicu hujan buatan di daerah rawan kebakaran.
Operasi modifikasi cuaca tahap pertama kini telah rampung. Selama pelaksanaan operasi, sekitar 35 ton garam atau natrium klorida (NaCl) disemai ke awan-awan yang berpotensi menghasilkan hujan.
Program ini merupakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi Riau, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Hujan buatan diharapkan dapat membantu proses pemadaman kebakaran, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat.
Pemprov Riau bersama pemerintah pusat juga telah merencanakan operasi modifikasi cuaca tahap kedua yang dijadwalkan berlangsung pada April mendatang. Namun pemerintah daerah berharap pelaksanaan tahap lanjutan tersebut dapat dipercepat karena kondisi kebakaran di beberapa daerah mulai meningkat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Riau, Jim Ghafur, mengatakan modifikasi cuaca menjadi salah satu langkah strategis dalam pengendalian karhutla di provinsi tersebut.
Menurutnya, kondisi cuaca panas, tiupan angin yang cukup kencang, serta karakteristik lahan gambut di Riau membuat api cepat menjalar dan sulit dipadamkan tanpa bantuan hujan.
Modifikasi cuaca ini sangat membantu, terutama untuk wilayah yang sulit dijangkau oleh tim darat, ujar Jim, Jumat (12/3/2026).
Hingga saat ini tercatat ada empat daerah di Riau yang masih mengalami kebakaran hutan dan lahan, yakni Kabupaten Kampar, Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Bengkalis.
Di Kabupaten Kampar, kebakaran masih terjadi di kawasan Jalan Niaga, Rimbo Panjang. Tim gabungan terus melakukan pemadaman agar api tidak meluas, mengingat lokasi kebakaran cukup dekat dengan permukiman warga.
Kebakaran juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Gaung, Kabupaten Indragiri Hilir, kemudian di Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, serta di Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis.
Sementara itu, sejumlah titik api yang sempat muncul di Kota Pekanbaru berhasil dikendalikan oleh petugas di lapangan.
Beberapa titik di Pekanbaru sempat muncul, namun sudah berhasil dipadamkan oleh tim di lapangan, jelas Jim.
Pemerintah Provinsi Riau menegaskan akan terus memperkuat berbagai langkah penanganan karhutla, baik melalui operasi udara seperti modifikasi cuaca maupun pemadaman darat yang dilakukan oleh tim gabungan.