PEKANBARU - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau menyalurkan bantuan sebesar Rp3 miliar untuk mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi yang ditujukan bagi masyarakat di wilayah terpencil.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Baznas Riau Masriadi Hasan kepada Kepala Biro Perencanaan Umum dan Anggaran Polda Riau Kombes Pol Daniel Widya Mucharam, Jumat (13/3/2026).
Masriadi Hasan menjelaskan bahwa dana bantuan tersebut berasal dari infak masyarakat Riau yang disalurkan melalui Baznas Riau.
“Ini berasal dari infak masyarakat Riau. Karena berdasarkan asnafnya, infak ini bersifat fleksibel. Bisa diserahkan kepada siapa saja yang membutuhkan, untuk kepentingan umum seperti pembangunan masjid, jembatan ataupun fasilitas sosial,” ujar Masriadi.
Ia menyebutkan pembangunan jembatan tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak. Berdasarkan data yang diperoleh Baznas, total anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan 26 jembatan mencapai sekitar Rp6,9 miliar.
Masriadi menilai pembangunan infrastruktur tersebut sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi anak-anak yang harus menempuh perjalanan jauh dan menyeberangi sungai untuk pergi ke sekolah.
“Ini bentuk kolaborasi Baznas Riau dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Anak-anak di daerah itu harus menempuh perjalanan jauh untuk ke sekolah, bahkan harus menyeberangi sungai dan melewati jalan berlumpur,” katanya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto berharap pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi dapat membantu masyarakat di wilayah terpencil, khususnya dalam mempermudah akses transportasi dan pendidikan.
Menurutnya, pembangunan jembatan tersebut sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto agar pemerintah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat yang tinggal di daerah terpencil.
“Jembatan ini untuk masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil. Perintah Pak Presiden Prabowo agar tidak ada lagi anak yang pergi ke sekolah harus menyeberang sungai hingga mencopot sepatu. Inilah harapan kita dengan adanya Baznas,” ujar SF Hariyanto.
Ia juga mengakui kondisi keuangan daerah saat ini masih menghadapi berbagai tantangan. Namun keberadaan Baznas dinilai dapat menjadi salah satu solusi dalam membantu masyarakat melalui program sosial dan pembangunan.
“Memang kondisi keuangan kita masih berat, tetapi Tuhan masih memberikan jalan keluar melalui Baznas,” katanya.
Di sisi lain, Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Riau Brigjen Pol Hengky Haryadi menyampaikan bahwa Polda Riau telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) Darurat Pembangunan Jembatan sebagai bagian dari dukungan terhadap program nasional pembangunan ribuan jembatan di daerah terpencil.
Pembentukan satgas tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden RI yang kemudian diteruskan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan diimplementasikan di jajaran Polda Riau.
“Sebagaimana arahan Bapak Presiden terkait pembangunan ribuan jembatan di seluruh Nusantara, Kapolri menindaklanjutinya dengan membentuk Satgas Darurat Pembangunan Jembatan. Hal ini kemudian kami implementasikan di wilayah Polda Riau,” kata Hengky.
Berdasarkan hasil asesmen, Polda Riau merencanakan pembangunan dan renovasi 26 jembatan dengan total panjang sekitar 700 meter. Rinciannya terdiri dari 17 jembatan baru dan 9 jembatan yang akan direnovasi.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga dijadwalkan meresmikan salah satu jembatan tersebut pada Selasa (17/3/2026), yakni Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Gobah, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, dengan panjang 27,5 meter dan lebar 4 meter.