PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat sebanyak 99 titik panas (hotspot) terpantau di wilayah Sumatera pada Senin (16/3/2026). Dari jumlah tersebut, Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah hotspot terbanyak.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Mari Frystine, menyampaikan bahwa dari total 99 titik panas yang terdeteksi melalui pemantauan satelit, sebanyak 43 titik berada di wilayah Riau.
Selain Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Aceh sebanyak 24 titik, Kepulauan Riau 10 titik, Sumatera Utara 8 titik, Sumatera Barat 6 titik, Bengkulu 4 titik, Sumatera Selatan 2 titik, serta Jambi dan Lampung masing-masing 1 titik.
Tingginya jumlah hotspot di Riau menjadi perhatian karena berpotensi memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan jika tidak segera ditangani.
BMKG juga merilis pembaruan jarak pandang (visibility) di sejumlah wilayah di Provinsi Riau hingga pukul 16.00 WIB. Di Kota Pekanbaru, jarak pandang tercatat mencapai 10 kilometer. Sementara itu, di Rengat terpantau 9 kilometer, Tambang 8 kilometer, dan Pelalawan sekitar 7 kilometer.
Meski jarak pandang masih tergolong aman, BMKG tetap mengingatkan masyarakat dan pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah yang terdeteksi memiliki titik panas.
Pemantauan hotspot terus dilakukan secara berkala guna mendeteksi potensi kebakaran sejak dini serta mendukung upaya pencegahan di lapangan.