PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat di Pulau Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan signifikan jumlah titik panas atau hotspot, dengan Provinsi Riau menjadi wilayah paling dominan.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Indah, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (19/3/2026), terpantau sebanyak 260 titik panas tersebar di seluruh Sumatera. Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang angka tertinggi dengan total 180 titik.
“Riau masih menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dibanding provinsi lain di Sumatera,” jelasnya.
Selain Riau, beberapa provinsi lain juga terdeteksi memiliki titik panas, di antaranya Kepulauan Riau sebanyak 26 titik, Aceh 11 titik, Jambi 10 titik, serta Sumatera Utara dan Sumatera Selatan masing-masing 9 titik. Sementara itu, Bengkulu, Bangka Belitung, dan Lampung tercatat memiliki jumlah yang lebih rendah.
Di Riau sendiri, sebaran titik panas paling banyak ditemukan di Kabupaten Bengkalis dengan 70 titik. Disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 41 titik dan Kota Dumai dengan 35 titik.
Wilayah lain yang juga terdeteksi antara lain Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 15 titik, Kabupaten Siak 16 titik, Kabupaten Kepulauan Meranti 2 titik, serta Kabupaten Indragiri Hulu 1 titik.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi peringatan dini bagi seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di daerah rawan. Upaya pencegahan dan penanganan dini dinilai sangat penting guna menghindari meluasnya dampak kabut asap seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.
BMKG juga mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, serta segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran di wilayah masing-masing.