PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menguat di Pulau Sumatera. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan dominasi signifikan Provinsi Riau dalam jumlah titik panas (hotspot).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Yasir mengungkapkan, total hotspot di wilayah Sumatera pada Sabtu (21/3/2026) mencapai 316 titik.
“Total titik panas di Sumatera hari ini terpantau sebanyak 316 titik, dengan sebaran terbanyak berada di Provinsi Riau,” ujarnya.
Dari jumlah tersebut, Riau menyumbang 198 titik atau lebih dari separuh total hotspot di Sumatera. Angka ini menempatkan Riau sebagai wilayah paling rawan potensi karhutla saat ini.
Secara regional, sebaran hotspot di provinsi lain relatif lebih rendah. Sumatera Utara tercatat 23 titik, Sumatera Selatan 20 titik, serta Kepulauan Riau sebanyak 48 titik.
Sementara provinsi lain seperti Aceh, Lampung, dan Bangka Belitung mencatat jumlah di bawah 10 titik.
Di dalam Provinsi Riau, lonjakan hotspot terkonsentrasi di beberapa daerah. Kota Dumai menjadi wilayah dengan jumlah titik panas tertinggi, mencapai 72 titik. Disusul Kabupaten Bengkalis dengan 61 titik dan Pelalawan sebanyak 41 titik.
Selain itu, sejumlah daerah lain juga terpantau memiliki titik panas meski dalam jumlah lebih kecil, seperti Indragiri Hilir 10 titik, Siak 8 titik, Kepulauan Meranti 3 titik, Rokan Hilir 2 titik, serta Indragiri Hulu 1 titik.
Kondisi ini menjadi sinyal peringatan dini bagi seluruh pihak, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan yang dapat meluas dengan cepat, terutama di wilayah dengan tingkat kekeringan tinggi.
BMKG mengimbau agar pemantauan dan langkah pencegahan terus diperkuat, khususnya di daerah dengan konsentrasi hotspot tinggi seperti Dumai, Bengkalis, dan Pelalawan.