PEKANBARU - Jumlah titik panas di wilayah Sumatera kembali meningkat dan didominasi oleh Provinsi Riau. Berdasarkan data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pekanbaru pada Jumat sore, 26 Maret 2026, tercatat sebanyak 277 hotspot terpantau di seluruh Pulau Sumatera.
Prakirawan BMKG Pekanbaru, Alfa Nataris, menyebutkan bahwa Riau menjadi penyumbang terbanyak dengan total 201 titik panas. Angka ini jauh melampaui provinsi lain dan menjadi sinyal meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
Sebaran hotspot di Riau terpantau paling tinggi di Kabupaten Bengkalis dengan 91 titik, disusul Kabupaten Pelalawan sebanyak 66 titik. Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Indragiri Hilir sebanyak 21 titik, Kota Dumai dan Indragiri Hulu masing-masing 11 titik, serta Rokan Hilir 1 titik.
Sementara itu, provinsi lain di Sumatera mencatat jumlah yang lebih rendah, di antaranya Sumatera Utara dengan 34 titik, Kepulauan Riau 28 titik, Jambi 9 titik, Aceh 4 titik, dan Bangka Belitung 1 titik.
Selain memantau titik panas, BMKG juga melaporkan kondisi jarak pandang di sejumlah wilayah Riau pada pukul 16.00 WIB. Di Pekanbaru, jarak pandang tercatat sejauh 9 kilometer, sementara di Rengat menurun menjadi 7 kilometer. Adapun Pelalawan dan Tambang masih relatif aman dengan jarak pandang mencapai 10 kilometer.
Peningkatan jumlah hotspot ini menjadi perhatian serius karena berpotensi memicu kabut asap jika tidak segera ditangani. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada, terutama terhadap aktivitas yang dapat memicu kebakaran lahan.