PEKANBARU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat ratusan titik panas (hotspot) muncul di Pulau Sumatera pada Kamis (2/4/2026), dengan Riau menjadi wilayah paling dominan.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengungkapkan jumlah hotspot di Sumatera mencapai 346 titik.
Dari angka tersebut, Riau menyumbang 285 titik, atau lebih dari 80 persen total hotspot di Sumatera.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 346 titik, dan Riau mendominasi dengan 285 titik,” ujar Elisa.
Berdasarkan pemantauan satelit, sebaran hotspot di sejumlah provinsi Sumatera meliputi Aceh 1 titik, Jambi 7 titik, Sumatera Utara 10 titik, Sumatera Barat 2 titik, Sumatera Selatan 17 titik, Kepulauan Riau 14 titik, Kepulauan Bangka Belitung 10 titik dan Riau 285 titik.
Di Riau, konsentrasi hotspot terkumpul pada beberapa kabupaten/kota, dengan dua daerah menjadi penyumbang terbesar.
Rinciannya, Kabupaten Bengkalis 193 titik, Kabupaten Pelalawan 74 titik, Kota Dumai 7 titik, Kabupaten Rokan Hilir 5 titik, Kabupaten Siak 4 titik dan Kabupaten Kuantan Singingi 2 titik.
Jumlah tersebut menunjukkan Kabupaten Bengkalis dan Pelalawan menjadi wilayah paling rawan karhutla saat ini.
Kondisi ini menjadi peringatan dini bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat lonjakan hotspot kerap menjadi indikator awal potensi kebakaran hutan dan lahan di musim kering.