PEKANBARU - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru mencatat lonjakan signifikan jumlah titik panas di wilayah Sumatera pada Jumat sore (3/4/2026). Dari total 292 hotspot yang terdeteksi, Provinsi Riau menjadi daerah dengan jumlah terbanyak, yakni mencapai 233 titik.
Petugas BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, menyampaikan bahwa dominasi titik panas di Riau menjadi perhatian serius, terutama dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
Dari total hotspot di Riau, Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai wilayah dengan jumlah tertinggi, yakni 213 titik. Sementara itu, beberapa daerah lain juga terpantau memiliki titik panas meski dalam jumlah lebih kecil, seperti Kabupaten Pelalawan sebanyak 9 titik dan Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 5 titik.
Selain itu, titik panas juga terdeteksi di Kota Dumai dan Kabupaten Indragiri Hulu masing-masing 2 titik, serta di Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kota Pekanbaru masing-masing 1 titik.
Di luar Riau, sejumlah provinsi lain di Sumatera juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Jambi sebanyak 16 titik, Sumatera Selatan dan Bangka Belitung masing-masing 15 titik, serta Kepulauan Riau sebanyak 9 titik. Sementara itu, Aceh dan Sumatera Utara masing-masing mencatat 2 titik panas.
Meningkatnya jumlah hotspot ini menjadi sinyal kewaspadaan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah, khususnya di Riau yang mendominasi sebaran titik panas. BMKG mengimbau seluruh pihak untuk meningkatkan pengawasan dan pencegahan agar tidak terjadi kebakaran yang meluas.