www.halloriau.com


BREAKING NEWS :
Duel Puncak vs Degradasi! Persib Incar Gelar, Semen Padang Kejar Selamat
Otonomi
Pekanbaru | Dumai | Inhu | Kuansing | Inhil | Kampar | Pelalawan | Rohul | Bengkalis | Siak | Rohil | Meranti
 


Efisiensi Energi vs Pelayanan Publik, Ini Catatan Pengamat Soal WFH ASN di Riau
Minggu, 05 April 2026 - 10:39:54 WIB
Dampak WFH ASN di Riau menurut catatan pengamat ekonomi.(ilustrasi/int)
Dampak WFH ASN di Riau menurut catatan pengamat ekonomi.(ilustrasi/int)

PEKANBARU - Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mulai diterapkan sejak 1 April 2026 menuai sorotan.

Pengamat Ekonomi Riau, Dahlan Tampubolon, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji lebih dalam, terutama terkait dampaknya terhadap kinerja birokrasi dan ekonomi daerah.

Menurut Dahlan, kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diterapkan setiap Jumat di lingkungan pemerintahan, baik pusat maupun daerah, bukanlah hal baru.

Ia menyebut kebijakan ini hanya dikemas ulang dengan alasan efisiensi energi, seiring melonjaknya harga minyak dunia akibat konflik geopolitik sejak akhir Februari 2026.

Ia mengingatkan, fokus utama bukan sekadar penghematan bahan bakar minyak (BBM), melainkan kesiapan birokrasi dalam bekerja berbasis target kinerja.

"Pertanyaannya, apakah birokrasi kita sudah siap bekerja dengan orientasi output, bukan sekadar kehadiran," ujarnya.

Dahlan menilai, kondisi global seperti ketegangan di Selat Hormuz yang berdampak pada terganggunya distribusi minyak dunia telah menekan anggaran negara, khususnya subsidi energi.

Karena itu, langkah efisiensi dinilai penting, namun harus tetap diimbangi dengan kesiapan sistem kerja yang matang.

Ia juga menyoroti budaya birokrasi yang masih berorientasi pada presensi fisik. Menurutnya, perubahan ke pola kerja fleksibel seperti WFA harus diiringi dengan sistem pengawasan dan indikator kinerja yang jelas agar tidak menurunkan kualitas pelayanan publik.

"Jangan sampai kantor dikosongkan atas nama efisiensi, tapi pelayanan justru terganggu. Yang paling penting itu hasil kerja tetap maksimal," tegasnya.

Selain itu, Dahlan mengingatkan dampak kebijakan ini terhadap ekonomi lokal. Ia menilai, daerah seperti Pekanbaru masih sangat bergantung pada aktivitas ekonomi di sekitar perkantoran.

Jika ASN tidak hadir secara fisik, perputaran ekonomi pelaku usaha kecil seperti pedagang dan warung makan bisa ikut terdampak.

"Kita tidak bisa menyamakan kondisi daerah dengan kota besar yang sudah serba digital. Di sini, perputaran ekonomi masih banyak bergantung pada aktivitas langsung," katanya.

Dari sisi infrastruktur, Dahlan juga mempertanyakan kesiapan ASN dalam menjalankan WFA.

Ia menyebut masih banyak pegawai yang belum didukung perangkat kerja memadai maupun jaringan internet yang stabil di rumah.

Tak hanya itu, ia menilai sejumlah pekerjaan, terutama yang bersifat lapangan seperti pengawasan lingkungan dan perizinan, tidak bisa dilakukan secara daring sepenuhnya.

Lebih lanjut, Dahlan menekankan pentingnya sistem monitoring yang transparan dan akuntabel dalam penerapan WFA.

Tanpa pengawasan yang jelas, ia khawatir kebijakan ini justru disalahgunakan dan berdampak pada menurunnya kualitas layanan kepada masyarakat.

"Kalau tidak ada sistem pengawasan yang kuat, jangan sampai WFA jadi alasan pelayanan tertunda," ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi penyalahgunaan kebijakan, terutama menjelang akhir pekan. Menurutnya, tanpa pengawasan ketat, WFA berisiko dimanfaatkan sebagai celah untuk memperpanjang waktu libur.

Di sisi lain, Dahlan menilai langkah efisiensi energi memang perlu dilakukan secara serius. Namun, ia menekankan pentingnya transparansi dalam menghitung besaran penghematan yang dihasilkan dari kebijakan tersebut.

"Harus ada data yang jelas, berapa sebenarnya anggaran yang bisa dihemat. Jangan hanya klaim tanpa angka konkret," katanya.

Dahlan menegaskan, penerapan WFA di daerah akan menjadi indikator kesiapan birokrasi dalam beradaptasi dengan sistem kerja modern. Ia berharap kebijakan ini benar-benar mampu meningkatkan kinerja, bukan sebaliknya.

"WFA seharusnya membuat pelayanan lebih cepat dan efisien, bukan malah menyulitkan masyarakat," tutupnya.

Penulis: Tata
Editor: Barkah


Jika Anda punya informasi kejadian/peristiwa/rilis atau ingin berbagi foto?
Silakan SMS ke 0813 7176 0777
via EMAIL: redaksi@halloriau.com
(mohon dilampirkan data diri Anda)


BERITA LAINNYA    
Semen Padang FC vs Persib di Padang malam ini.(ilustrasi/int)Duel Puncak vs Degradasi! Persib Incar Gelar, Semen Padang Kejar Selamat
Polisi razia tempat karaoke di Perawang.(foto: tribunpekanbaru.com)Razia Karaoke Perawang, Polisi Temukan 5 Anak di Bawah Umur dan 10 Pengunjung Positif Narkoba
Jon, Sales Marketing Honda Soekarno Hatta di Mal Ciputra Pekanbaru.(foto: meri/halloriau.com)Brio RS DP Rp15 Juta! Promo Honda di Mall Ciputra Pekanbaru Diserbu Pengunjung
Upaya pemadaman karhutla di Bengkalis.(foto: mcr)Karhutla Bengkalis Belum Padam, Tim Tambah Personel dan Andalkan Hujan Buatan
Sebaran titik panas di Riau hari ini.(infografis/AI)244 Hotspot Kepung Sumatera, Riau Paling Mengkhawatirkan
  Haji dibatasi Pemerintah Arab Saudi.(ilustrasi/int)Jalur Cepat Haji? Pemerintah Ingatkan Risiko Blacklist Saudi 10 Tahun
200 ribu warga Riau dicoret dari daftar BPJS gratis.(ilustrasi/int)BPJS Gratis Dicoret? 261 Ribu Warga Riau Keluar dari PBI JK, Ini Cara Aktifasi Lagi
Promo Daihatsu di Mal SKA Pekanbaru hanya lima hari.(foto: meri/halloriau.com)Jangan Lewatkan! Promo Daihatsu DP Mulai Rp2 Juta di Mall SKA Pekanbaru
Dampak WFH ASN di Riau menurut catatan pengamat ekonomi.(ilustrasi/int)Efisiensi Energi vs Pelayanan Publik, Ini Catatan Pengamat Soal WFH ASN di Riau
ilustrasi.ASN Pemprov Riau Wajib WFH Setiap Jumat, Ini Aturan Lengkapnya
Komentar Anda :

 
 
 
Potret Lensa
Buka Puasa Bersama Agung Toyota Riau
 
 
Eksekutif : Pemprov Riau Pekanbaru Dumai Inhu Kuansing Inhil Kampar Pelalawan Rohul Bengkalis Siak Rohil Meranti
Legislatif : DPRD Pekanbaru DPRD Dumai DPRD Inhu DPRD Kuansing DPRD Inhil DPRD Kampar DPRD Pelalawan DPRD Rohul
DPRD Bengkalis DPRD Siak DPRD Rohil DPRD Meranti
     
Management : Redaksi | Disclaimer | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik Wartawan | Visi dan Misi
    © 2010-2026 PT. METRO MEDIA CEMERLANG (MMC), All Rights Reserved