PEKANBARU - Momentum Idulfitri dimanfaatkan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Riau untuk menegaskan kembali komitmen menjaga kelestarian hutan sekaligus mempererat sinergi dengan pemerintah, media, dan masyarakat.
Kegiatan halal bihalal bertema “Bersama Merawat Alam, Agar Alam Menjaga Kita” digelar di Hotel Pangeran Pekanbaru, Jumat (10/4/2026).
Ketua APHI Riau, Muller Tampubolon SE MM menegaskan, Idulfitri bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi momen refleksi bersama untuk memperkuat hubungan dan komitmen menjaga lingkungan.
Ketua APHI Riau menyerahkan pwnghargaan kepada salah seorang wartawan sebagai mitra kerja.
“Idulfitri adalah momentum untuk kembali kepada fitrah, membersihkan hati dan mempererat silaturahmi,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh pihak membayangkan masa depan ketika hutan tetap hijau, sungai jernih, dan udara bersih sebagai bentuk timbal balik alam terhadap manusia.
“Mari kita bayangkan jika hutan tetap hijau, sungai tetap jernih dan udara tetap segar merupakan bentuk alam menjaga kita. Sebaliknya, jika kita lalai, alam memberi peringatan melalui bencana dan kerusakan lingkungan,” tambah Muller.
Hutan Riau jadi Benteng Perubahan Iklim
APHI menegaskan peran strategis hutan Riau yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam menyerap karbon setiap tahun.
Foto bersama di sela-sela gelaran halal bihalal APHI Riau
Menurut Muller, sektor kehutanan memegang amanah besar karena hutan bukan sekadar sumber ekonomi, melainkan sumber kehidupan.
“Hutan di Riau menjadi benteng terakhir melawan perubahan iklim. Karena itu, menjaga alam tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku usaha, dan generasi muda,” katanya.
Tiga Pilar Aksi Nyata Pengelolaan Hutan
Dalam kesempatan tersebut, APHI Riau menyoroti tiga langkah prioritas yang harus dijalankan bersama:
1. Pengelolaan hutan berkelanjutan
Pemanfaatan hutan harus berjalan seiring rehabilitasi dan konservasi.
2. Pemberdayaan masyarakat sekitar hutan
Masyarakat harus merasakan manfaat ekonomi yang adil agar menjadi mitra menjaga kelestarian.
3. Edukasi lingkungan sejak dini
Penanaman nilai cinta alam untuk generasi masa depan.
“Idulfitri menjadi kesempatan memperbaiki hubungan dan memperkuat komitmen membersihkan bumi dari kerusakan,” tegas Muller.
Ketua dan pengurus APHI Riau foto bersama perwakilan perusahaan di Riau.
Ia berharap tema halal bihalal tidak berhenti sebagai slogan, tetapi menjadi gerakan nyata.
“Ketika kita merawat alam dengan sepenuh hati, alam akan menjaga kita dengan sepenuh kasih,” ucapnya.
Penghargaan Mitra dan Santunan Anak Yatim
Selain memperkuat silaturahmi, APHI Riau juga memberikan penghargaan kepada mitra perusahaan dan media sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama selama ini.
Kegiatan sosial turut menjadi bagian penting acara dengan penyerahan santunan dan perlengkapan sekolah kepada anak-anak Panti Asuhan Muzaki, Pekanbaru.
Salah satu penerima bantuan, Ahmad, mengaku bersyukur atas perhatian tersebut.
“Terima kasih kepada APHI Riau yang telah memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kepada anak-anak panti asuhan. Semoga perusahaan-perusahaan di APHI semakin berkembang dan sukses,” katanya.
Halalbihalal APHI Riau tahun ini tidak hanya mempererat silaturahmi, tetapi juga mempertegas pesan bahwa keberlanjutan hutan membutuhkan kerja bersama lintas sektor, dari dunia usaha hingga generasi muda.(Rls)