PEKANBARU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru melaporkan kemunculan puluhan titik panas (hotspot) di wilayah Sumatera pada Minggu sore (12/4/2026). Data ini menjadi peringatan dini terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang perlu diwaspadai bersama.
Petugas BMKG Stasiun Pekanbaru, Yudhistira, menyampaikan bahwa total terpantau sebanyak 62 titik panas yang tersebar di sejumlah provinsi di Pulau Sumatera. Sebaran hotspot ini menunjukkan adanya peningkatan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di daerah dengan kondisi lahan kering.
Aceh menjadi wilayah dengan jumlah hotspot tertinggi yakni 12 titik, disusul Sumatera Utara sebanyak 10 titik. Sementara itu, Sumatera Barat dan Bangka Belitung masing-masing terpantau 9 titik, serta Riau juga mencatat jumlah yang sama.
Di Provinsi Riau sendiri, titik panas tersebar di beberapa kabupaten dan kota. Kabupaten Pelalawan mencatat jumlah terbanyak dengan 3 titik, diikuti Kabupaten Kampar sebanyak 2 titik dan Kabupaten Siak 2 titik. Selain itu, masing-masing 1 titik terdeteksi di Kabupaten Bengkalis dan Kota Dumai.
Wilayah lainnya seperti Jambi terpantau 7 titik, Bengkulu 3 titik, Sumatera Selatan 2 titik, serta Lampung 1 titik.
BMKG mengingatkan bahwa keberadaan hotspot ini tidak selalu berarti terjadi kebakaran, namun dapat menjadi indikasi awal yang perlu ditindaklanjuti melalui pemantauan lapangan. Koordinasi lintas instansi serta kesiapsiagaan masyarakat dinilai penting untuk mencegah potensi karhutla meluas.
Dengan kondisi cuaca yang cenderung kering di sejumlah wilayah, masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan. Upaya pencegahan dini menjadi kunci utama dalam menghindari bencana kabut asap yang dapat berdampak luas terhadap kesehatan dan aktivitas masyarakat.