PEKANBARU – Aktivitas titik panas di Pulau Sumatera kembali meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat total 74 hotspot terdeteksi pada Jumat, 24 April 2026.
Sebaran terbanyak berada di Aceh, sementara Provinsi Riau masuk dalam daftar wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan dini kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, menegaskan pemantauan satelit terus dilakukan secara berkala untuk mengantisipasi potensi kebakaran.
“Total titik panas wilayah Sumatera hari ini ada 74 titik yang tersebar di sejumlah provinsi,” ujarnya.
Data pemantauan satelit menunjukkan distribusi hotspot mulai dari Aceh 41 titik, Sumatera Utara 9 titik, Sumatera Barat 7 titik, Kepulauan Riau 2 titik, Jambi 5 titik, Lampung 1 titik, Bangka Belitung 2 titik dan Riau 7 titik.
Di Provinsi Riau, tujuh hotspot tersebar di beberapa kabupaten/kota, meliputi Kabupaten Bengkalis 2 titik, Kota Dumai 2 titik, Kabupaten Kampar 1 titik, Kabupaten Siak 1 titik dan Kota Pekanbaru 1 titik.
Peningkatan titik panas di sejumlah wilayah Sumatera menjadi indikator awal potensi karhutla, terutama memasuki periode cuaca panas dan minim hujan di beberapa daerah.
BMKG menekankan bahwa hotspot merupakan indikator awal yang perlu diverifikasi lebih lanjut oleh tim darat.
Namun, keberadaannya tetap menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
“Pemantauan hotspot menjadi bagian dari sistem peringatan dini untuk mencegah meluasnya kebakaran hutan dan lahan,” jelas Elisa.