PEKANBARU – Menjelang pelaksanaan Kongres Luar Biasa (KLB) Ikatan Keluarga Jawa Riau yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 26 April 2026, di Hotel Cititel, panitia pelaksana bersama caretaker dan jajaran Dewan Pimpinan Daerah (DPD) menyatakan kesiapan penuh.
KLB ini digelar sebagai upaya menegakkan kembali konstitusi organisasi sesuai dengan semangat pendirian IKJR pada 2005.
Ketua Panitia KLB IKJR, Widodo, menyampaikan bahwa seluruh aspek persiapan, baik administrasi maupun prosedur, telah berjalan sesuai rencana.
“Persiapan kehadiran utusan DPD sebagai pemegang kedaulatan, administrasi, prosedur persidangan, hingga tim peninjau dari berbagai elemen paguyuban secara umum telah mencapai sekitar 90 persen,” ujarnya.
Ia menegaskan, panitia memastikan seluruh tahapan teknis pelaksanaan berjalan profesional dan akuntabel. Meski dilaksanakan secara sederhana, berbagai sarana dan prasarana telah disiapkan demi kelancaran acara.
KLB IKJR 2026 mengusung tema Saiyeg Saeka Praya, Bebarengan Mbangun Riau, yang menekankan semangat gotong royong dari, oleh, dan untuk masyarakat.
Sementara itu, Ketua Caretaker DPP IKJR, Suryadi Khusaini, menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, baik Steering Committee maupun Organizing Committee, atas kesiapan yang telah dilakukan.
Menurutnya, KLB ini menjadi momentum penting dalam sejarah organisasi sebagai upaya penyelamatan konstitusi dan marwah IKJR.
“Kongres ini akan menjadi tonggak sejarah. Hasilnya akan menjadi warisan bagi generasi mendatang dalam mengembalikan dan menegakkan identitas IKJR,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan peserta kongres agar membahas setiap agenda dengan ketajaman analisis dan ketulusan, terutama dalam merumuskan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), sehingga organisasi dapat kembali berjalan sesuai jalurnya.
Dukungan dari daerah turut menguatkan legitimasi pelaksanaan KLB. Ketua DPD IKJR Kota Pekanbaru, Imam Subroto, yang mewakili DPD kabupaten/kota se-Riau, menegaskan bahwa pihaknya hadir dengan mandat penuh.
“KLB ini menjadi satu-satunya rujukan sah bagi masyarakat Jawa dan instansi terkait dalam menentukan kepengurusan dan kebijakan organisasi ke depan. Kepastian hukum dan kedaulatan aturan menjadi hal yang tidak bisa ditawar,” ujarnya.
Rapat persiapan terakhir ditutup dengan doa bersama, memohon kelancaran pelaksanaan KLB IKJR 2026 serta harapan agar organisasi ini terus memberikan manfaat bagi masyarakat Jawa khususnya dan masyarakat Riau pada umumnya.(Rls)